PEMBANGUNAN JALAN CICANGKAL MALOKO DIPERSOALKAN WARGA

 

RUMPIN – Pembangunan Jalan Cicangkal – Maloko resahkan warga Desa Tamansari Kecamatan Rumpin. Pasalnya, pelaksanaan pembangunan jalan tersebut tidak memperbaiki pinggiran coran yang berdekatan dengan rumah warga. Selain itu, pembangunan jalan raya Cicangkal – Maloko dengan lebar 5 meter dan panjang 850 meter tersebut, saat ini sudah mengalami retak-retak.

Menurut Samsu (40) warga Cibuluhen Desa Tamansari Kecamatan Rumpin, kondisi tersebut bisa membahayakan warga, karena tidak adanya urugan dipinggir jalan yang baru dibangun. bisa membahayakan warga.

“Karena tidak di urug bisa membahayakan para pengguna kendaraan roda empat atau sepeda motor. Masyarakat inginkan pemborong perhatikan hal-hal itu, dan jangan semaunya saja,” ucap Samsu kepada wartawan, Selasa (27/11/2018).

Samsu menambahkan, pelaksana proyek ini juga tidak memasang papan informasi terkait proyek jalan tersebut. Selain itu, jalan yang baru seminggu dibangun ini dan dalam tahap penyelesaian, justeru sudah ada yang retak-retak.

Menurutnya, hal ini disebabkan pemborong kurang optimal berkoordinasi  dengan pihak terkait, sehingga banyak mobil truk angkutan tambang yang memiliki berat puluhan ton, sudah bisa melintas padahal coran jalan belum juga kering.

“Seharusnya akses jalan ini di tutup dulu, agar kekuatan jalan maksimal, agar tidak rusak lagi. Jangan kayak gini, baru di perbaiki setelah sekian tahun rusak, eh belum apa-apa sudah rusak lagi.” Cetusnya.

Dikonfirmasi hal ini, Fuji pelaksana teknis lapangan mengatakan bahwa pengerjaan bahu jalan tidak ada di RAB. “Meski tidak ada nanti kita beri pengurugan di bahu jalannya. Namun saat ini kita belum beri pengurugan karena jalan belum selesai. Tapi nantinya, agar tidak di injak truk yang bermuatan berat sudah direncakan untuk memberikan urugan di pinggir jalan.” pungkasnya.

Terpisah, terkait tidak terpasangnya papan anggaran proyek jalan Cicangkal Maloko ini, Kepala Seksi Ekbang Kecamatan Rumpin Nurul Ahyar mengaku belum mengetahuinya. Dirinya juga mengungkapkan belum tahu progress pekerjaan yang dilakukan.

“Hingga hari ini, pihak pelaksana belum menyampaikan progress kegiatan sehingga kami pihak Kecamatan Rumpin belum mengetahui kondisinya,” ucapnya.

Menurut Uyung, sapaannya, pihak penyedia jasa dan pemborong sangat tidak kooperatif dan transparan. “Pihak pemborong tidak menyerahkan RAB dan hanya mengirimkan SPMK saja.” Cetusnya. (MUL)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *