Satpol PP Kabupaten Bogor, Datangi Lokasi Penyebab Air Keruh Warga Warung Loa Desa Tamansari

bogorOnline.com

Berdasarkan surat aduan warga RW 09 Desa Tamansari Kabupaten Bogor tertanggal 14 November 2018, yang isi suratnya mengenai keluhan warga yang merasa tidak nyaman dengan tercemar nya sumber mata air yang mengalir ke rumah mereka, sehingga tidak layak untuk di konsumsi, dan diduga, tercemar nya air tersebut, di karenakan akibat dari proyek pembangunan lahan parkir salah satu tempat peribadatan di Tamansari.

Menindaklanjuti hal tersebut, hari ini, Rabu (21/11/18) Petugas Satpol PP Kabupaten Bogor, melakukan pemantauan langsung ke lokasi proyek. Kasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS ) Satpol PP Kabupaten Bogor, Adang S menyampaikan.

“Kami dari Satpol PP Kabupaten Bogor mendapatkan perintah dari atasan kami, bahwa disini ada keributan kegiatan, maka dari itu kami ingin tahu langsung seperti apa,” ungkap Adang kepada wartawan.

Adang melanjutkan, setelah dijelaskan ternyata hal ini memang belum kordinasi dengan Desa setempat, makanya jadi gimana ya, antara masyarakat dan desa ini tidak sejalan/sinkron, sehingga masyarakat tidak tahu jika masalah ini sudah ada yang menampung.

“Yang menampung nya memang sudah ada kordinasi dengan pihak terkait, hanya saja tidak langsung sampai ke masyarakat, kesimpulan kami, salahnya disini tidak ke Desa dulu, tapi langsung ke Kecamatan, sehingga Desa sendiri pun terlihat seperti masa bodo ketika terjadi masalah seperti ini, hal itu membuat masyarakat menjadi bingung, kemana harus melangkah mengadukan masalah ini.

Adang menambahkan, tujuan saya kesini sekarang untuk mencarikan solusinya seperti apa, jangan sampai di masyarakat mencuat lagi.

“Kami sudah dapat solusi terbaiknya, dalam waktu dekat akan kami panggil pihak terkait untuk membicarakan hal ini, agar tidak berlarut-larut,” tandasnya.

Sementara, salah seorang warga RW 09 warung loa yang enggan menyebutkan namanya menuturkan, memang untuk masalah ini sudah diselesaikan, tapi hanya sampai di tingkatan RT dan pengurus Air saja, kalau tidak salah ada 13 orang yang telah diajak berembuk oleh mereka. Bahkan setelah pertemuan tersebut, mereka (pengurus air) mau bertanggung jawab apabila nanti kedepannya terdapat masalah.

“Kami warga yang terdampak langsung air keruh, dalam hal ini sangatlah dirugikan, kenapa seperti itu, Air yang kami peroleh dari mereka para pengurus itu Berbayar, tidak gratis. Jadi tolong pemerintah segera menyikapinya, agar dikemudian hari, masalah seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.(Nai)