bogorOnline.com
Era Disrupsi mengharuskan setiap perusahaan harus melakukan hal lebih dari SUSTAINING INNOVATION. Era ini menuntut kita untuk melakukan apa yang disebut dengan dengan DISRUPTIVE INNOVATION” (Rhenald Kasali).
Apa yang dilakukan industri pelayanan kesehatan khususnya RS AZRA di era disruption? Hal tersebut di bahas dalam diskusi yang bertema “Pelayanan Kesehatan di Era Disrupsi yang dihadiri oleh perwakilan perusahaan media, berlokasi di Bumi Aki, Bogor.
Acara dimulai pukul 10.00, dibuka oleh Riandy S Adha selaku MC, lalu acara dilanjutkan Bapak M.Iqbal S.Ikom (GM Pengembangan Bisnis RS AZRA) selaku moderator. Pemaparan materi pertama oleh Dokter Jeffry Rustandi, MKM selaku Wakil Direktur RS AZRA, beliau menyampaikan beberapa strategi yang dilakukan RS AZRA melakukan pembenahan pelayanan kesehatan menuju smart hospital. RS AZRA bekerja sama dengan PT. Narcon Global untuk mengimplementasikan Rumah Sakit Pintar Berbasis Teknologi Informasi (AZRA Smart Hospital Project) dalam rangka upaya peningkatan pelayanan RS Azra.
“Kami ingin mengubah konsep layanan dari patient-centered care menjadi patient-centric care,” ungkap Dokter Jeffry Rustandi, MKM selaku Wakil Direktur RS AZRA, baru-baru ini.
RS Azra saat ini sedang membangun layanan berbasis teknologi bertujuan agar pelayanan pasien jadi lebih praktis, cepat, memudahkan akses ke dokter, terjangkau, bermutu dan efisien. Layanan seperti konsultasi jarak jauh, monitoring pasien secara berkala lewat aplikasi, sampai layanan antar obat ke rumah pasien.
Teknologi yang mendekatkan pelayanan pasien diantaranya dengan: Telemedicine, Mobile Apps Artificial Inteligence untuk screening / triase / diagnostic, Monitoring pasien, Home delivery.
Penyampaian materi kedua yaitu oleh Bapak Faiza Renaldi, ST., M.Sc selaku director of Managed Services and Data Security PT Narcon Global, tentang Tantangan dalam Implementasi Teknologi Informasi dan Disrupsi Digital di Rumah Sakit.
Untuk mewujudkan dan mengimplementasi patient-centered care menjadi patient-centric care tidak mudah. Perlu ada komitmen tinggi dari manajemen rumah sakit, harus merekayasa ulang proses bisnis, sampai persoalan pemahaman kerja di level karyawan hingga rencana sekup kerja yang komprehensif. Harus sejalan antara business goal dan teknologi,” ungkapnya.
Forum diskusi ini merupakan program reguler RS AZRA sebagai wadah untuk bertukar wawasan dan berbagi informasi antar praktisi, industri dan publik agar Industri Kesehatan bisa menyesuaikan pelayanan kesehatannya di era teknologi saat ini. (*)





