Korban Ratusan Warga, CV Indo Kristal Bogor Terancam Pidana

 

GUNUNGSINDUR – Ratusan orang warga Desa Curug Kecamatan Gunungsindur dan Desa Waru Kecamatan Parung menjadi korban polusi udara akibat bocornya pipa gas amoniak milik CV Indo Kristal Bogor yang berada di Desa Curug Kecamatan Gunungsindur. Data ini terungkap saat diadakan pertemuan antara warga, pihak perusahaan, Pemerintah Desa dan Muspika Gunungsindur, Senin (21/1/2019).

Dalam pertemuan tersebut, salah seorang perwakilan warga meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan untuk para korban. Warga juga meminta agar aktifitas di perusahaan itu segera dihentikan, atau dialihkan jenis usahanya karena warga merasa ketakutan.

“Saat ini warga diliputi ketakutan akan adanya bahaya lebih besar yang sewaktu – waktu muncul dan berdampak pada keselamatan warga,” Ungkap Eman (44) tokoh pemuda didampingi Dedi selaku Ketua RW setempat.

Sementara Edi Mulyadi Kepala Desa Curug meminta pihak perusahaan untuk membuat surat pernyataan tertulis terkait pertanggungjawaban terhadap korban. Dia juga mengungkapkan, akan segera membentuk tim bersama instansi terkait untuk menyelesaikan masalah ini.

“Saat ini aktifitas perusahaan sudah dihentikan. Sambil menunggu proses penyelesaian tuntutan warga dan penanganan dampak kecelakaan sesuai tuntutan warga.” Jelasnya.

Sedangkan Kanit Reskrim Polsek Gunungsindur AKP Suharto menerangkan, bahwa peristiwa bocornya pipa gas amoniak yang merupakan kimia B3 ini dan telah menimbulkan korban tersebut, merupakan sebuah tindakan pidana.

“Karena kecelakaan ini sudah merugikan masyarakat dan menimbulkan korban, maka ini sudah tindakan pidana sesuai landasan hukum yaitu UU nomor 23 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup,” terangnya.

AKP Suharto mengatakan, pihak kepolisian sudah melakukan tindakan refresif dengan memasang police line agar lokasi tempat kejadian perkara (TKP) steril. Dia menambahkan polisi juga sudah melakukan pemeriksaan dan penanggulangan dampak peristiwa tersebut. “Bahkan peristiwa ini sudah menjadi atensi dari Mabes Polri, dan tim Puslabfor juga akan datang kesini.” Ungkap AKP Suharto.

Sementara Heru selaku Perwakilan pemilik perusahaan mengatakan siap mempertanggungjawabkan semua dampak dan konsekwensi dari terjadinya peristiwa tersebut. “Kami akan bertanggungjawab terhadap korban termasuk proses hukum yang menjadi konsekwensinya.” ucapnya.

Sedangkan pengelola perusahaan bernama Efendi mengaku kecelakaan tersebut tidak disengaja dan di perusahaan tersebut belum ada aktifitas produksi. “Kami baru uji coba mesin, ternyata ada kebocoran dan langsung diperbaiki. Mesin itupun belum ada serah terima dari pengirim ke perusahaan kami.” ujarnya. (MUL)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *