DLH Kabupaten Bogor, Targetkan Kampung Ramah Lingkungan Disetiap Desa

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor menargetkan satu Desa memiliki satu Kampung (Kp) Ramah lingkungan dari 40 Kecamatan se-Kabupaten Bogor. Hal tersebut dikatan Seksi Pelaksana Kemitraan Peranserta Masyarakat (PKPM) Dinas LH Kabupaten Bogor, Ade Iman Muslimin usai melakukan kegiatan pembinaan di Aula Kecamatan Parungpanjang.

Program roadshow Kp. Ramah lingkungan, kampung ramah lingkungan yang di kemas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kedepan akan memberikan penghargaan terhadap masyarakat yang telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat sekala RW.

“Program ini yang di lakukan masyarakat dan tidak di tunjuk atau di suruh siapapun tapi atas inisiatif masyarakatnya, “jelas Ade kepada bogoronline.com di Parungpanjang, Kamis (21/3/19)

Ade mengatakan, ini yang kita harapkan masyarakat yamg berbudaya lingkungannya. Ada budayanya, masyarskat memiliki visi kedepannya, tergantung masyarakatnya jadi kedepan masyarakat yang ber inisiasi kedepannya dan masyarakat yang mendaftar kekami melalui webset yang telah kami sediakan.

“Masyarakat setelah melakukan pendaftaran¬† kepada kami, kemudian nantinya di berikan SK oleh kepala Desa dan di rekomandasikan oleh Pemerintah Kecamatan,” tuturnya.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, aspek yang kami laksanakan, pertama adalah pengolahan sampah, yang kedua sani tasi serta, konserpasi tentang penataan lingkungan dan yang ke empat adalah ekonomi.

“Ekonomi, kami inginkan bagai mana masyarakat bisa melalui baksampah, melalui sidekah sampah ataupun kedepan kita kembangkan melalui eko wisata jadi kempung yang berbudaya lingkungan, nanti ini yang kita kembangkan dan bekerjasama dengan Dinas pariwisata dan dsb,” katanya.

Ade juga menyampaikan, DLH akan mengadakan whorksop, yang bertujuan melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang mendaftarkan dirinya secara onlin, dan dilakukan pembinaan tahap pertama di masyarakat setelah selai, kita akan undang di worksop kedua, disitu akan lebih ketaksnis, membamgun fotensi-fotensi yang bisa di banggakan disetiap masyarakat.

“Setelah itu nanti ada penilaian tahap kedua,¬† nanti baru kita undang lagi untuk diberikan penghargaan sekitar di bulan Oktober 2019. Kedepan, melalui program seperti ini, masyarakat bisa secara mandiri mengelola sampah. Menurutnya, sampah di kelola rumah tangga yang organiknya dia komposkan di bak sampah baru residum, kami Pemerintah Daerah yang akan mengakomodir pengolola sampah,” kata dia.

Ade menambahkan, pengelolaan sampai bukan hannya pemerintah, masyarakat juga harus berperan aktif, karna masyarakatnya penghasil sampah, jadi merekapun bertanggung jawab dengan sampahnya.

“Jadi sampahmuh tanggung jawab mu, sampahku tanggung hawab ku”, ini salah satu program unggulan kami bagaimana kita ingin satu desa itu satu Kp. Rumah ramah lingkungan, kami sudah melakukan pembinaan di 40 Kecamatan dan kemudian besok kami akan melakukan pembinaan di Kecamatan Ciampea dan ini yang terahir,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengelolah komunitas Rumah Anak Bumi (RAB) Ridwan Manatik menyambut baik program DLH dengan membangun kesadaran di masyarakat tetang kepedulian sampah yang bersifat tingkat RW tersebut.

“Program ini kece banget, dan memang harus kelingkungan di setiap kampung. Apalagi ada whotsop sangat di tunggu oleh masyarakat. Menurutnya, gerakan bersih kerja bareng dengan komunitas-komunitas lain yang ada di masyarakat memang itu harapannya, karna kita tidak bisa sendiri yakin saya,” ujarnya.

Ridwan menuturkan, kebiasaan kita yang maaih berbudaya dan masi menjadi kebiasaan kita membuangsampah seperti di kali, jalan dan tanah kosong bisa menjadi tempat buang sampah, kesadaran itu yang penting.

“Melalui program dari DLH masyarakat bisa ter’edukasi dengan baik dan bisa menyambung dengan program yang ada di DLH. Masyarakat hidupnya bisa menjadi lebih baik, sehat bugar, dan menjadi lingkungan hijau, serta bersih, “pungkasnya. (Mul)