Kemenperin Terus Dorong Santri Indonesia Jadi Wirausaha Baru

bogorOnline.com

Kementerian Perindustrian terus gencar menjalankan program Santripreneur sebagai upaya menumbuhkan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di pondok pesantren. Kali ini, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka melakukan kegiatan bimbingan teknis WUB IKM dan bantuan mesin/peralatan produksi roti di Pondok Pesantren Ilmu Alquran (PPIQ), Ciomas, Kab. Bogor.

“Program Santripreneur bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santri di pondok pesantren. Oleh karenanya, kami terus memfasilitasi melalui bimbingan teknis serta pemberian bantuan alat dan mesin untuk bekal para santi belajar kemandirian sebelum terjun ke masyarakat,” ungkap Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih di Bogor, Sabtu (15/3/19).

Gati berharap, melalui kegiatan bimtek ini, diharapkan para santri yang dididik langsung dapat menerapkan apa yang diajarkan sehingga mampu menghasilkan produk roti yang baik.

“Dalam bimtek ini tidak hanya diajarkan tentang pengolahan roti, tetapi juga diberikan fasilitasi mesin/peralatan produksi roti,” terangnya.

Pelaksanaan bimtek di Pondok Pesantren Ilmu Alquran (PPIQ) ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal tanggal 16 sampai dengan 19 Maret 2019, dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang santri.

“Kami lihat, dalam waktu empat hari, para peserta sudah dapat menguasai ilmu yang diberikan oleh para instruktur. Oleh karena itu, kami ingin agar ilmu yang didapat bisa diterapkan sehingga akan menjadi awal kebangkitan usaha para santri di Ponpes ini,” jelas Gati.

Selanjutnya Gati mengatakan, fasilitasi mesin/peralatan diberikan kepada pondok pesantren dengan harapan alat ini dapat dimanfaatkan bagi pondok pesantren sebagai unit bisnis yang baru dari pondok pesantren. Adapun bantuan mesin yang diberikan berupa planetary mixer, spiral mixer (pencampur adonan), oven, rak bakery pan, mesin potong roti, lemari pendingin, meja stainless steel, deep fryer, timbangan digital, dan tabung gas. serta selang + regulator .
Dapat diketahui program Santripreneur terus digalakkan oleh Ditjen IKMA, Gati mengatakan Ditjen IKMA telah membina sebanyak 22 pondok pesantren dengan lebih dari 3000 santri telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan.

“Cakupan ruang lingkup pembinaan kami diantaranya pelatihan produksi dan bantuan mesin/peralatan di bidang olahan pangan & minuman (roti dan kopi) perbengkelan roda dua, kerajinan boneka dan kain perca, konveksi busana muslim & seragam, daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair,” tandasnya. (Nai//Mul)