Ribuan Jamaah Tak Terbendung Antar Almarhum Ustadz Arifin Ilham ke Peristirahatan Terakhir

GUNUNGSINDUR – Isak tangis dari keluarga, jamaah dan santri tak terbendung ketika jenazah Ustadz KH Arifin Ilham tiba di Pondok Pesantren Az-Zikra, Desa Cibadung, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Kamis (23/5/2019) malam.

Setibanya di ponpes yang berdiri sejak 2015 itu, jenazah langsung dibawa masuk masjid untuk dishalatkan oleh santri, jamaah dan masyarakat yang telah menunggu sejak pagi hari, demi mengantar ulama besar itu ke peristirahatan terakhirnya.

Saat memasuki tenda yang menaungi liang lahat sang ulama, ribuan jamaah tak ingin ketinggalan untuk mengantar Ustadz Arifin Ilham ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Petuga-petugas yang coba mengatur agar prosesi pemakaman berlangsung tenang pun, tak kuasa menahan keinginan jamaah yang ingin mengabadikan dari dekat, saat jenazah Ustadz Arifin Ilham dibopong dalam keranda jenazah menuju liang lahat.

Iringan shalawat bercampur isak tangis dari semua orang yang mengantarkan kepergian almarhum, terus menggema sejak kedatangan jenazah ke tenda pukul 20.30 WIB hingga prosesi pemakaman berakhir pukul 21.00 WIB.

Putra Sulung Ustadz Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz, turun ke liang lahat, sekaligus mengumandang adzan sekaligus iqomah terakhir untuk sang ayah, sebelum lubang kubur kembali ditutup dengan tanah.

Muhammad Alvin Faiz, memohon doa dan dukungan dari jamaah Majelis dan Pondok Pesantren Az-Zikra kepada sang ayah sekaligus untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan Majelis Az-Zikra.

Pasalnya, dia telah dimandatkan almarhum sang ayah untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan Majelis Az-Zikra.

“Pesan Abi yang terakhir, jaga pesantren. Itu pesan yang selalu disampaikan Abi,” ujar Alvin didampingi dua saudaranya, Muhammad Amer Azzikra dan Muhammad Azka Najhan kepada awak media di Majelis Az-Zikra, Sentul, Bogor, Kamis (23/5/2019).

Alvin pun nampak masih ragu, ketika ditanya soal kesiapan menggantikan peran sang ayah sebagai pimpinan majelis. “Sudah amanat, kalau dibilang siap, Alvin nggak bisa jawab. Kami mohon doa,” katanya.

Alvin pun mengaku terus terngiang pesan moral yang selalu disampaikan sang ayah, yaitu mengenai ketabahan. “Kata Abi, jangan berlarut dalam kesedihan. Karena semua akan wafat. Dunia ini sementara,” ungkapnya.

Ketiga istri, lima anak dan seluruh keluarga Ustadz Arifin Ilham, pun nampak hadir dalam prosesi pemakaman tersebut. (Mul)