Halal Bihalal PGM Kota Bogor Guru Madrasah Kuatkan Produktivitas

bogorOnline.com

Bukan sekadar Halal Bihalal, Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGM) Kota Bogor pada Kamis, 20 Juni 2019 menjadi kesempatan strategis bagi ratusan para guru madrasah untuk melakukan konsolidasi dan menguatkan peran PGM Kota Bogor dalam meningkatkan produktivitas para guru madrasah di Kota Bogor.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, H. Ansurullah, SH., MM, acara yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, Jl Semeru No 25, Bogor Tengah ini menjadi kesempatan baik yang mempertemukan para guru madrasah. Sebab itu ia berharap semua guru madrasah, baik itu Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Bogor menyatukan ajang halal bihalal ini dalam satu kesempatan.

“Tahun depan, semua guru madrasah di setiap tingkatan diharapkan dapat membuat kegiatan ini bersama-sama sehingga dapat menciptakan suasana yang lebih solid dan harmonis,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sebagai wadah yang berada di bawah pendampingan Kemenag, PGMI Kota Bogor diharapkan mampu menjadi motor dalam mengembangkan pendidikan madrasah melalui guru-guru yang profesional. Tak hanya itu, sebagai tempat menyalurkan aspirasi, para guru madrasah harus terus berupaya memahami perkembangan dan menjawab tantangan zaman, sehingga tercipta terobosan baru dalam pendidikan berbasis agama.
Sekretaris DPW PGM Jawa Barat, Dede Syamsul Anwar, S.H., M.H menjelaskan, dalam upaya menguatkan kualitas para pendidikan di madrasah, semua pihak harus memandang bahwa pendidikan yang merata bagi masyarakat sangat penting bagi kemajuan bangsa. Profesionalitas dan fasilitas menjadi faktor yang turut menentukan keberhasilan pendidikan.

Ia mengungkapkan, Povinsi Jawa Barat sudah menyatakan komitmennya dalam membangun serta meningkatkan kualitas sumber daya manusianya atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pendidikan. Dede menuturkan, pendidikan keagamaan perlu mendapatkan perhatian khusus karena pendidikan keagamaan merupakan salah satu cara untuk membentuk generasi bangsa yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan yang berwawasan luas.

“Pemprov Jawa Barat berkewajiban menjamin terselenggaranya pendidikan keagamaan di wilayahnya dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan amanah undang-undang,” tegas Dede.

Sebab itulah Pemprov Jawa Barat harus konsisten memfasilitasi pendanaan penyelenggaraan pendidikan keagamaan, memperkuat aspek kelembagaan pendidikan keagamaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui lembaga pendidikan keagamaan, meningkatkan kualitas peserta didik dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama, dan meningkatkan profesionalitas serta akuntabilitas pengelola satuan pendidikan keagamaan.

“Komitmen itu juga harus diperjuangkan oleh para guru madrasah di Kota Bogor. Itu sebabnya dalam kesempatan ini saya mengajak agar anggota PGM Kota Bogor yang ada di setiap madrasah, terus berperan aktif secara kuat, produktif dan sama-sama bekerja keras memperjuangkan misi dan visi PGM,” ungkapnya.

H. Hasbullah, SE., MA.EK, Ketua PGM Kota Bogor mengungkapkan, Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para guru Madrasah di Kota Bogor, tetapi juga kesempatan yang baik dalam meningkatkan peran PGM.

“Para guru madrasah Kota Bogor harus aktif dalam melakukan pengelolaan pendidikan, sehingga tidak hanya menjadi wadah aspirasi tetapi juga tonggak dan andalan dalam mendorong keberhasilan pendidikan,” papar Hasbullah.

Ia mengingatkan guru madrasah harus siap memperjuangkan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, PGM Kota Bogor selalu berupaya menguatkan kualitas guru madrasah, mengusahakan fasilitas belajar yang cukup dan sesuai standar, serta berupaya menciptakan pengajaran yang sesuai relevansi kurikulum.

“Karena itu, di setiap kesempatan, PGM selalu berusaha mendorong harapan itu, termasuk dalam kesempatan halal bihalal,” tambah Hasbullah.

Pernyataan Ketua PGM Kota Bogor itu diamini oleh salah satu peserta halal bihalal, Irfan Widia Rahmat. Kepala MA Nurul Ihya Bogor ini menilai halal bihalal seperti ini menjadi kesempatan bagi para guru madrasah untuk saling bertukar informasi, mendiskusikan gagasan dan sekaligus membicarakan solusi dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di dunia pendidikan.

“Setiap madrasah mungkin menghadapi permasalahan yang sama dan kesempatan ini menjadi tempat bertukar jalan keluar bagi para pendidik. Sehingga tidak hanya melahirkan solusi tetapi juga mendorong penyelesaian sebagai bentuk advokasi wadah PGM Kota Bogor” ujar Irfan.

Ia juga merasa bersyukur, halal bihalal ini bahkan menjadi ajang pertemuan untuk saling memotivasi. Irfan berharap, peran PGM Kota Bogor dalam memperjuangkan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan berbasis agama, disertai partisipasi dari masyarakat, khususnya pemerintah dengan dukungan fasilitas, sumber daya yang kuat, memperhatikan kesejahteraan dan penyelenggaraan pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan.(Pix)