Atasi Tekanan Air dari SPAM Katulampa, PDAM Bakal Pasang Dua PRV

Kota Bogor – bogorOnline.com

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berencana memasang dua unit Pressure Regulating Valve atau disingkat PRV pada pipa jaringan distribusi dari Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Katulampa. Untuk pemasangan dua alat penurun tekanan air tersebut, perusahaan pelat merah ini perlu dana mencapai Rp 2 miliar.

Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Syaban Maulana mengatakan, dua unit PRV akan dipasang pada pipa jaringan distribusi air yang melayani pelanggan di zona tiga termasuk wilayah Kecamatan Bogor Utara.

“Ini sudah masuk perencanaan. Saat ini sedang dihitung, estimasi satu unit konstruksi PRV di atas Rp 1 miliar. Jadi kalau dipasang dua titik kebutuhan sekitar Rp 2 miliar,” kata Ade sapaan akrabnya Dirtek, Rabu 28 Agustus 2019.

Lebih lanjut kata Ade, alokasi anggaran untuk kegiatan itu masuk diusulan APBD Perubahan 2019. Ia menambahkan untuk pengerjaan kegiatan diperkirakan akan memakan waktu selama 90 hari kalender.

“Mudah-mudahan awal bulan September masuk lelang dan bulan Oktober mulai dikerjakan. Targetnya bulan Desember sehingga awal tahun pasokan air sudah kembali normal,” jelasnya.

Menurut Ade, perkejaan selama 90 hari kalender sesuai standar rata-rata dengan pertimbangan proses perizinan, lelang dan pemesanan barang karena didatangkan dari luar negeri.

“Barangnya ada yang dari Amerika atau eropa, makanya memerlukan waktu,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, PRV ini untuk mengatasi tekanan air. Sebab, saat pendistribusian air dari SPAM Katulampa kepada pelanggan dalam masa transisi kemarin telah menimbulkan pipa yang berada di wilayah perumahan Griya Soka, Cimahpar jebol.

Oleh karenanya, sambung Ade, sampai saat ini masih ditutup untuk menghindari kejadian serupa karena tekanan air tinggi. Ia juga menjelaskan, bahwa tekanan air yang keluar dari SPAM awalnya nol namun karena gratifikasi kemudian air mengalir ke kondisi tanah menurun sehingga timbulah tekanan air cukup besar.

“Tekanan air itu bisa mencapai 10 Bar. Sedangkan idealnya tekanan air yang masuk ke rumah antara 0,5 – 3 Bar,” jelasnya.

Terpisah, salah satu pelanggan PDAM di Perumahan Tanah Baru Residence, Fredy Kristanto mengaku air PDAM di rumahnya kerap mengalami gangguan yang terkadang hanya mengalir jam-jam tertentu. Air ada pada pukul 12.00 hingga 14.00 WIB dan baru ada lagi sekira pukul 18.00 WIB.

“Iya, seringnya mati air ini sangat menganggu, karena mau mandi saja susah, belum untuk kebutuhan lainnya. Semoga PDAM cepat merespon dan mengatasi persoalan ini karena air merupakan kebutuhan yang vital sehari-hari,” tandasnya. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *