Kemarau, Dua Kelurahan di Kota Hujan Alami Kekeringan

Kota Bogor – bogorOnline.com

Satu bulan lebih Kota Bogor yang dijuluki kota hujan tak diguyur hujan. Hal ini membuat dua wilayah, yakni Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara dan Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan kesulitan air bersih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih mengatakan, untuk Kota Bogor belum darurat kekeringan, namun BPBD pasang mata dan telinga memantau terkait titik-titik wilayah yang rawan kekurangan air bersih.

Sejauh ini dari laporan yang masuk BPBD, kata Juniarti, ratusan kepala keluarga (KK) yang berada di wilayah Kelurahan Mulyaharja meminta pasokan air bersih.

“Total 235 KK yang terdampak. Kemudian Kelurahan Ciluar. Dua kelurahan itu meminta air kepada kami,” ungkap Esti kepada awak media pada Rabu 14 Agustus 2019.

Terpisah, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa dirinya sudah menerima laporan kekeringan di sejumlah titik di Kota Bogor. Terkait ini, Pemkot Bogor sudah mengambil langkah dengan mengirimkan bantuan air bersih melalui PDAM dan BPBD.

“Saya sudah koordinasikan dengan PDAM untuk memasok air di daerah kekeringan. Ada juga usulan dari warga dan MUI, kalau belum turun-turun juga hujannya kami akan salat Istisqa. Ikhtiar di dunia sudah, tinggal ikhtiar rohani, nanti akan diatur,” ungkapnya.

Dikemukakan, sejauh ini laporan kekeringan di Kota Bogor relatif masih sedikit tercatat kurang dari 10 titik. Ia juga mengaku sudah mengatur terkait kebijakan pengendalian penggunaan air di bawah tanah.

Kedepan, lanjut Bima, masyarakat terutama perusahaan, hotel dan industri tidak diperbolehkan menggunakan air bawah tanah dan diarahkan mengakses fasilitas air dari PDAM. “Ya, ini sudah dilakukan dalam bentuk Perwali,” terang politisi PAN itu.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Pakuan Deni Surya Senjaya mengaku telah menerima laporan kekeringan itu. Pihaknya akan segera mengirimkan petugas untuk melakukan verifikasi dan survei di lokasi terdampak agar dapat diketahui apakah dimungkinkan atau tidak dipasang Tangki Air Hidrant Umum (TAHU).

“Jika ada lahan nanti kami pasang TAHU untuk antisipasi kesulitan air. Besok sekalian distribusi air kita akan survei,” kata Deni.

Dijelaskan Deni, pasokan air bersih bisa didistribusikan dua kali dalam sehari. Karena itu, PDAM Tirta Pakuan akan siap menyediakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Kalau 50 KK kebutuhan perorang sekitar 0,5 kubik air, jadi dua tangki cukup untuk satu hari, kewajiban kita untuk membantu sesuai kebutuhan mereka,” tandasnya.

Kesulitan air bersih di Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor baru-baru ini diakui Camat Bogor Utara Rahmat Hidayat. Kata Rahmat, kesulitan air di wilayah Ciluar dikarenakan sumber air warga yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dari sumur mengering dampak dari kemarau.

Namun begitu, sambung mantan Kabag Adalbang Setda Kota Bogor itu antisipasi telah dilakukan cepat sehingga air bersih yang dibutuhkan warga dapat terpenuhi kembali. Satu unit mobil tangki air telah diturunkan dengan distribusi dilakukan sebanyak dua kali.

“Satu kepala keluarga (KK) bisa dua sampai tiga kali mengisi ember untuk memenuhi kebutuhannya,” imbuh Rahmat.

Rahmat juga menambahkan, untuk antisipasi kesulitan air selanjutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Pakuan untuk menyediakan TAHU. “Satu TAHU cukup asal supply airnya rutin,” tukasnya. (HRS)

Foto: ISTIMEWA/Dok. BPBD Kota Bogor