Menpan RB Ingatan Wali Kota soal Fenomena Baru di MPP

Kota Bogor – bogorOnline.com

Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor yang berada di Lippo Keboen Raya, Babakan, Bogor Tengah resmi beroperasi terhitung hari ini. MPP Kota Bogor diresmikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Menpan RB) Syafruddin pada Senin 26 Agustus 2019.

MPP atau dikenal Grha Tiyasa tersedia 145 jenis layanan perizinan dan non perizinan dari 14 instansi di lingkungan Pemerintah Kota Bogor maupun instansi-instansi vertikal yang ada di Kota Bogor yang bisa diakses oleh publik.

Syafruddin dalam sambutannya mengatakan, MPP Kota Bogor merupakan yang pertama hadir di wilayah Jawa Barat dan masuk MPP ke 17 yang ada di Indonesia. “Ini apa mungkin Kota Bogor dekat dengan Jakarta atau wali kotanya agresif,” candanya.

MPP, kata Menpan RB, menjadi fenomena dunia sekarang ini, karena semua negara di dunia sedang giat-giatnya membangun MPP bukan hanya di eropa. Bahkan, yang digandrungi oleh banyak negara adalah Azerbaijan, negara yang baru merdeka 1999 ini namun telah membuat lompatan jauh bagaimana melayani warganya.

Ia mengatakan, bahwa MPP salahsatu program pemerintah saat ini yang sudah menjamur terkait inovasi pelayanan publik. Dalam 5 tahun terakhir, sudah ada hampir 14.000 inovasi pelayanan publik, bahkan Kota Bogor berhasil meraih penghargaan Top 22 Inovasi Pelayanan Publik.

“Untuk di tahun ini saja, bulan Agustus sudah 3.156 inovasi yang kita seleksi dan sudah diberikan award saat di Semarang. Dan Kota Bogor dapat dua sekaligus penghargaan Top 22 Inovasi Pelayanan Publik,” ungkapnya.

Lantas, sambung Syafruddin, dari 99 inovasi yang mengerucut dari 3.156 inovasi pelayanan publik akan diseleksi kembali untuk menjadi Top 45 Inovasi Pelayanan Publik. Penghargaan akan serahkan di Istana Kepresidenan pada akhir September mendatang.

“Yang terbaik dari Top 45 nanti akan kita dikirim ke PBB untuk diseleksi dan kemudian diperlombakan lagi. Dan saya informasikan bahwa Indonesia sudah dua kali berturut menjuarai di PBB, yakni pada tahun 2018 dan 2019,” ungkapnya.

Tak hanya itu, tahun ini Indonesia juga berhasil keluar sebagai juara 1 di Azerbaijan dengan inovasi warning terhadap bencana alam dari BNPB. “Jadi tahun depan, kita berharap dari Top 22 ke Top 45, Indonesia bisa hatrick 3 kali.”

Syafruddin juga mengungkapkan, bahwa untuk tahun ini dan tahun depan, pemerintah daerah sudah memberikan komitmen akan membangun 35 MPP lagi. Sehingga jika total akan menjadi 52 MPP di Indonesia.

Dikesempatan ini, Syafruddin mengapresiasi kembali MPP Kota Bogor. Sebab, ada nilai plus berupa sistem antisipasi antrian yang tersedia di aplikasi MPP. Ia juga mengingatkan, setelah MPP berjalan akan terjadi fenomena baru, ramai orang yang databy bukan hanya mengurus keperluannya tapi ke MPP sebagai destinasi wisata baru Kota Bogor.

“Ya, seperti di Batam (gedung MPP) luasnya hampir 5.000 meterpersegi. Banyumas juga awalnya biasa saja, tapi sekarang sudah mau ekspansi membangun lagi kebetulan ada lahan kosong. Jadi pak wali harus siap-siap dari sekarang dan unsur lain me-backup),” imbuhnya.

Saat ini, Kementerianpan RB juga tengah menunggu peluncuran MPP di kota dan kabupaten lain di Jawa Barat. Setelah MPP Sumedang, selanjutnya adalah MPP Kota Bandung.

“Apa yang kita upayakan ini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, yang sekarang istilah sudah bertambah kebahagiaan dan dapat kita wujudkan hingga ke pelosok Tanah Air,” tandasnya.

Acara peluncuran dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya beserta jajarannya dan steakhoder terkait serta tamu undangan lainnya. Dalam kesempatan itu dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama MPP Kota Bogor oleh 14 instansi yang ambil bagian dalam MPP. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *