Ratusan Napi Lapas Gunungsindur, Ikuti Asesmen

GUNUNGSINDUR – Sebanyak 822 Narapidana (Napi) atau Warga Binaan Lapas Gunungsindur mengikuti assasment. Dalam kegiatan tersebut, mereka dengan sabar menantikan panggilan Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor secara bergilir, Senin 5/7/2019.

Pasalnya, residivis sudah bukan lagi rahasia umum, setiap warga binaan berharap ingin cepat bebas, namun tidak jarang dari mereka justru terjebak dalam lubang yang sama, kembali tersangkut kasus hukum.

Oleh sebab itu Kalapas Gunungsindur Sopiana mengatakan semua melalui kegiatan assasment terhadap 822 orang warga binaan. Satu warga binaan ditangani oleh satu Petugas PK Bapas Bogor.

Mereka diwawancara dan diamanati secara detail, hasilnya langsung di print out, apakah warga binaan sudah baik atau perlu program pembinaan lanjutan.

“Kegiatan ini menjawab anomali publik akan pemasyarakatan, terbukti mampu melihat riwayat sikap dan perilaku warga binaan selama di Lapas apakah dia sudah rajin ke Masjid atau diam dikamar, ikut pelatihan kerja atau malas-malasan, semuanya terukur ada instrumen penilaiannya, “imbuhnya.

Sopiana menambahkan dipayungi oleh Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, sehingga warga binaan tidak bisa lagi berbohong dan main-main saat di Lapas.

“Seusai assasment warga binaan langsung dikategorikan kedalam super maximum security, maximum security, medium security, dan minimum security, “jelasnya.

Lanjut Sopiana selamat bagi mereka yang masuk kategori minimum security layak menghuni di Lapas Open Camp Ciangir Tangerang dan bagi yang masuk kategori Super Maximum Security bisa di dorong ke Lapas High Risk Nusakambangan.

“Hasil assasment sebanyak 822 orang warga binaan Lapas Gunungsindur, yaitu Super Maximum Security 5 Orang, Maximum Security 52 Orang, Medium Security 764 Orang dan Minimum Security 1 Orang, “pungkas Sopiana kalapas Gunungsindur. (Mul)