Pasang Box Grider Tol BORR, Jalan Soleh Iskandar Dibuat Contraflow

Kota Bogor – bogorOnline.com

Proyek Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) seksi III A ruas simpang Yasmin – Semplak segera memasuki pemasangan box grider. Setidaknya ada 2.100 box grider yang akan dipasang pada bentangan jalan layang sepanjang 2,85 KM.

Projects Manager PT Pembangunan Perumahan (PP), Yusuf Luqman mengatakan, sesuai jadwal pelaksanaan pemasangan box grider berlangsung selama empat bulan dari September minggu ketiga hingga Desember minggu kesatu.

“Election perdana dimulai hari Senin (16/9) nanti. Perkerjaan (box grider) dibagi dalam empat zona, bergerak semua sehingga setiap titik masing-masing nanti akan bertemu,” ujar Yusuf, Rabu 11 September 2019.

Ia melanjutkan pada pelaksanaan nanti yang dikerjakan hampir 24 jam tersebut kemungkinan bakal menimbulkan kemacetan di kawasan Jalan Soleh Iskandar. Untuk memecah kemacetan di lokasi proyek tersebut akan diterapkan sistem pengaturan lalu lintas dengan contraflow selama proses pemindahan box grider.

“Untuk traffic management erection nanti ada sedikit contraflow pada saat pengangkatan box grider dipindahkan ke atas. Terkait ini kita juga sudah berkordinasi dengan kepolisian dan dinas perhubungan,” paparnya.

Selain upaya itu, pihaknya dalam mengantisipasi kemacetan memasang rambu-rambu petunjuk jalur alternatif di beberapa simpang jalan. Seperti di simpang Yasmin dan simpang Semplak. Namun begitu, Yusuf memastikan tidak ada penutupan jalur selama proses pemasangan box grider.

“Penutupan total itu tidak ada, traffic diupayakan tetap berjalan, hanya awalnya traffic dua lajur menjadi satu lajur. Jadi sosialisasi ini setidaknya bisa mengurangi dampak kemacetan yang ditimbulkan,” tambahnya.

Diketahui, proyek jalan tol elevated senilai Rp 1,5 triliun tersebut dilaksanakan selama 365 hari kalender yang dimulai sejak 21 Desember 2018 sampai dengan 21 Desember 2019. Jalan Tol BORR seksi III A ini ditargetkan sudah bisa beroperasi sebelum Juni 2020 mendatang.

“Setelah pekerjaan konstruksi selesai bulan Desember ada louding tes, paling lambat bulan Juni sudah bisa dioperasikan. Karena memang untuk jalan tol elevated ini memerlukan pengkajian yang lebih,” kata Direktur Utama PT. Marga Sarana Jabar, Hendro Atmodjo. (HRS/NAI)