Tutupi Defisit, DPRD Dorong Peningkatan PAD

Kota Bogor – bogorOnline.com

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020 belum berjalan mulus. Pangkalnya, kondisi keuangan yang diproyeksikan untuk kegiatan-kagiatan tahun depan masih defisit.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Ade Sarip Hidayat mengatakan, bahwa defisit APBD Tahun Anggaran 2020 menyentuh angka sekitar Rp 300 miliar. “Defisitnya sekitar 300 miliar, apabila kita memenuhi semua usulan yang diajukan para dinas,” tutur Ade yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor itu, baru-baru ini kepada awak media.

Dikatakan Ade, berbicara soal APBD tidak terlepas dari pendapatan dan belanja daerah. “Pendapatannya berapa, belanjanya berapa, kan begitu. Simpelnya kita pengen belanja tapi kekurangan uang kira-kira seperti gitu atau disebut defisit,” paparnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, sambung Ade, TAPD termasuk Bappeda mesti membaca secara detail tentang program yang diusulkan dan akan dibiayai oleh dinas masing-masing dapat ditunjang sesuai dengan kemampuan APBD.

“Kita akan kaji secara detail, apakah kegiatan itu menunjang untuk pencapaian Rancangan Program Jangka Menengah Daera (RPJMD) atau tidak. Kan kita punya sejumlah program prioritas, jadi harus kita pilih dulu mana yang harus didahulukan mana yang mesti di tahan dulu,” bebernya.

Meski sejumlah program yang diusulkan sejumlah dinas akan dirasionalisasi, Ade memastikan untuk program-program yang menjadi prioritas harus dapat dilaksanakan di tahun depan.

“Ini yang harus kita perhatikan, jangan sampai ada kesalahan dalam penghapusan program nanti,” tandasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana membenarkan bahwa defisit selalu terjadi dalam pembahasan APBD setiap tahun. Terkait APBD Tahun Anggaran 2020 masih defisit, kata Eka, legislatif tentunya akan dilakukan penyesuaian anggaran supaya seimbang antara pendapat dan belanja dengan tetap sesuai RPJMD Kota Bogor.

“Kaitan ini kita akan mencoba lakukan penyesuaian dengan RPJMD dan sesuai visi misi Kota Bogor untuk Kota Ramah Keluarga. Tentunya program-program yang mendukung kegiatan itu akan menjadi skala prioritas. Intinya kita ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan bahwa terkait ini perlu dilakukan rasionalisasi anggaran namun tetap untuk program-program bersifat prioritas harus dapat dilaksanakan tahun depan.

“Ya, rasionalisasi biasa dilakukan dalam setiap tahun anggaran tapi nanti dipilah program-program prioritas tetap dapat dilaksanakan. Kedepan juga kita mendorong peningkatan PAD dimana sekarang ini dikisaran Rp 800-900 miliar tahun depan bisa 1 triliun, setidaknya ini bisa menutupi defisit. Saya lihat potensinya di sektor pariwisata yang perlu digali lagi,” ucap Eka. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *