Pegang Teguh Komitmen, Atty Somaddikarya Pilih Jadi Anggota Biasa

Kota Bogor – bogorOnline.com

Politisi PDI Perjuangan Kota Bogor Atty Somaddikarya menjatuhkan pilihan lain dengan memilih sebagai anggota biasa dalam fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor. Lantas apa yang menjadi alasan Atty meski posisi ketua fraksi di depan mata?

“Ya, memang benar saya memilih anggota biasa di tahun pertama karena jabatan ketua fraksi dan unsur pimpinan di AKD (Alat Kelengkapan Dewan) diberikan kepada anggota fraksi yang lain sebagai kader terbaik Banteng di Kota Bogor,” kata Atty kepada sejumlah awak media, Rabu 11 September 2019.

Menurutnya, pembagian tugas itu sebagai bagian dari komitmennya kepada rekan-rekan seperjuangan yang ada di fraksi.

“Komitmen itu harus saya buktikan dimana seorang politisi itu hanya punya satu kata kunci yaitu memegang teguh komitmen,” tegasnya.

Lebih lanjut Atty mengakui bahwa penawaran secara prioritas memang diberikan kepadanya sebagai ketua fraksi. Namun kembali ia lebih mengemukakan komitmennya.

“Ada satu hal yang saya sampaikan saya lebih mengedepankan komitmen yang sudah saya ucapkan jika saya tidak mendapatkan penugasan menjadi wakil pimpinan DPRD dan SK tersebut jatuh pada ketua DPC sebagai pilihan terbaik DPP dan terbaik untuk partai,” paparnya.

Bagi Atty sebagai petugas partai dirinya tetap fatsun dengan apa yang menjadi putusan dari partai.

“Apapun hasilnya kita harus tetap fatsun dan yang lebih penting semua proses mekanisme organisasi dalam usulan nama untuk wakil pimpinan DPRD sudah dijalankan, seperti rapat pleno DPC dan DPD hanya satu nama yang mengacu pada Peraturan Partai No.07/2019 – prioritas KSB DPC yang sudah menjabat anggota DPRD sebelumnya dan perolehan suara terbanyak pada saat Pileg dan anggota DPRD dengan jejak rekam kritis pada kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat,” ujarnya.

“Syarat tersebut ada pada peraturan partai dan itu sudah diputusan dalam usulan rapat pleno secara aklamasi. Ya, dalam proses perjalanan bisa menjadi dua nama adalah hal yang sangat wajar karena DPP punya kewenangan. Jika hasil tidak sesuai dengan harapan itu bagian dari dinamika dan seninya berpolitik,” imbuhnya.

Ia lanjut mengungkapkan, semenjak DPP mengundang dirinya bersama ketua DPC, secara pribadi sudah punya jawaban dan sepakat untuk tetap saling support, berbagi tugas dan tetap fatsun serta menghormati keputusan apapun dari DPP.

“Di PDI Perjuangan sendiri berbagi tugas dan saling support bukan hal yang aneh karena tujuannya sama demi kemenangan di tahun 2024,” katanya.

Atty menandaskan untuk jabatan ketua fraksi di tahun pertama ini diisi oleh Laniasari dan ia seperti biasa menjadi ketua fraksi di tahun terakhir seperti pada masa jabatan sebagai anggota DPRD periode 2014 – 2019.

“Dengan alasan tersebut Alhamdulilah bisa diterima dan saya diberikan kesempatan memilih menjadi anggota biasa sebagai bukti kader yang konsisten atas kata dan perbuatan. Jadi jabatan apapun yang diberikan partai kepada kadernya adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab,” tukasnya. (HRS)