Pemkot Bogor Gulirkan Program Sendog

Telur ayam pastinya akan menjadi salah satu menu makanan setiap Senin bagi siswa-siswi pada jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) sederajat di Kota Bogor. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pertanian (Distani) menggulirkan program teranyarnya yang diberinama Sendog kepanjangan dari Senin Emam Endog.

Progam yang dicetuskan oleh Ibu Wali Kota Bogor Yane Ardian diluncurkan pada Agustus 2019. Sejak program ini digulirkan pada September 2019 langsung mendapat dukungan dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk selaku perusahaan yang bergerak dalam bidang agrifood.

Kepala Bidang Pertenakan pada Distani Kota Bogor, Drh. Wina mengemukakan, bahwa program Sendog ini sebagai bentuk sinergi Pemkot Bogor dengan program di atasnya yakni program Gerakan Makan (Gema) 100 juta telur yang telah dicanangkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Sebagai langkah awal, Distani bekerjasama dengan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk telah mendistribusikan sedikitnya 11 ton telur kepada SD sederajat, PAUD dan Taman Kanak-kanak (TK). Tak hanya itu, pendistribusian telur secara cuma-cuma alias gratis ini sebagian kepada pondok pesantren (ponpes), panti-panti asuhan dan jompo yang ada di Kota Bogor.

“Sampai saat ini yang telah didistribusikan ada sebanyak 11 ton telur yang terbagi dalam dua tahap. Dua hari lalu, didistribusikan sebanyak 4 ton. Sedangkan hari ini sebanyak 7 ton telur. Telur-telur itu diperuntukkan untuk SD, PAUD dan TK. Dan sebagian kecil kita juga distribusikan untuk ponpes, panti asuhan serta panti jompo,” kata Drh. Wina, Kamis 12 September 2019.

Lebih lanjut Drh. Wina menjelaskan, bahwa program ini selain memiliki tujuan utama pencegahan stunting terhadap anak-anak di Kota Bogor, juga sejalan dengan misi Pemkot Bogor dalam mewujudkan kota yang sehat dan kota yang cerdas.

“Kita ketahui bahwa telur ini kaya akan sumber protein. Dan kita ketahui sekarang sedang pemanasan global cuaca ekstrem. Pastinya ini akan berpengaruh terhadap imunitas dari anak-anak. Jadi mudah-mudahan pemberian telur ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh mereka, selain tentunya untuk mencegah stunting dan mencerdaskan anak-anak,” katanya.

Pihaknya akan terus mengupayakan agar pendistribusian telur ini bisa secara kontinu minimal sepekan sekali hingga akhirnya Desember dengan tetap mengutamakan bagi sekolah-sekolah yang peserta didiknya secara ekonomi tidak mampu dan daerah-daerah dengan angka stunting tinggi. Sebab, saat ini tergantung dari ketersediaan telur yang didapatkan dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

“Alhamdulillah, respon program ini sangat luar bisa. Selama ini untuk data sekolah penerima telur sendiri kita bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Pendistribusian telur juga tergantung dari jumlah siswa-siswi, kecuali ketersediaan telur berlebih pemberian bisa dua kali lipatnya. Misalnya jumlahnya 300 siswa-siswi bisa 600 butir telur,” urainya.

Drh. Wina menandaskan bagi mereka penerima program ini yang belum terdata bisa mendatangi kantor Distani Kota Bogor yang berlokasi di Cipaku, Bogor Selatan.

“Persyaratan mudah, cukup datang ke Distani. Setelah didata kemudian menandatangi berita acara yang distempel oleh pihak sekolah. Program ini memang diutamakan untuk sekolah-sekolah,” katanya. (Advetorial)