Polisi Tetapkan Tersangka Pengrusakan Mobil Dinas Kasatlantas

Bogor Tengah – bogorOnline.com

Polresta Bogor Kota telah menetapkan tersangka dalam kasus pengrusakan mobil dinas kasatlantas Polresta Bogor Kota. Para tersangka berstatus pelajar SMK.

“Ya, antara lima atau enam orang ditetapkan sebagai tersangka (pengrusakan mobil kasatlantas). Mereka didapat setelah melihat video dan foto,” ungkap Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Hendri Fiuser kepada sejumlah awak media, Kamis 26 September 2019.

Hendri melanjutkan, bahwa para tersangka akan dijerat dengan pasal 170 KUHP. Meski begitu pihaknya nanti tetap mengacu pada Undang Undang Perlindungan Anak.

“Kita kenakan Pasal 170 KUHP. Nanti jika berlaku undang undang anak, kita perlakukan hukum acara anak,” ujarnya.

Pihaknya juga setelah kejadian langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Disdik Provinsi Jawa Barat, termasuk orangtua pelajar.

“Kalau yang tidak terindikasi kenakalan hanya diajak-ajak tadi malam juga sudah kami pulangkan, tapi yang masuk dalam ranah pengerusakan kami proses untuk memberikan efek jera,” imbuhnya.

Aksi pengrusakan mobil dinas tersebut terjadi di kawasan Jalan Juanda atau tepatnya sebelum Balaikota Bogor pada Rabu siang, 25 September 2019. Kata Hendri, awalnya petugas mendapat informasi tentang adanya pergerakan pelajar SMK yang hendak ke Jakarta di area stasiun Bogor.

Lebih lanjut kata Hendri, setelah mendatangi lokasi dan diberikan imbauan oleh petugas, mereka dibubarkan dari area stasiun.

“Mereka itu ada yang ke arah BTM, ada juga yang ke arah Jalan Juanda. Nah, saat jalan karena beramai-ramai ada satu orang usil mulai menendang kap mobilnya Kasatlantas. Padahal Kasatlantas ini sedang mengawal mereka supaya tertib. Setelah itu mulai banyakan menendang mobil,” urainya.

Akibat kejadian itu, petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap para pelajar.

“Kemarin yang kita amankan lebih dari 120 anak yang rata-rata dari SMK di luar Kota Bogor. Pengakuannya mereka tahu hanya dari mulut ke mulut, berawal dari pesan berantai di media sosial,” kata Hendri memungkas. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *