Saeful Bakhri Menilai Sekolah Ibu Baiknya Dievaluasi

Kota Bogor – bogorOnline.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) telah mewisuda sebanyak 1.050 wisudawati lulusan Sekolah Ibu Angkatan III di GOR Pajajaran. Program Sekolah Ibu inovasi Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD, Saeful Bakhri.

Saeful Bakhri mengatakan, Pemkot Bogor lebih elok melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Sekolah Ibu. Hal itu lantaran indikator keberhasilan dari kegiatan tersebut belum teruji.

“Gol dari Sekolah Ibu itu kan menekan angka perceraian. Sekarang coba dilihat sampai dimana tingkat keberhasilannya. Jangan sampai hanya jadi program pencitraan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu 4 September 2019.

Bila indikator keberhasilan sudah didapat dengan menunjukan angka perceraian menurun, kata Saeful, barulah program yang dijalankan di 68 kelurahan itu dilanjutkan. Selain itu, sambungnya, kompetensi tutor Sekolah Ibu pun harus jelas.

“Jadi guru honor saja harus punya standarisasi. Kemudian bagaimana aturan pendidikan luar sekolah. PKBM dan lain-lain juga mesti ada regulasinya,” ungkapnya.

Menurut Saeful, biasanya faktor penyebab perceraian, yakni persoalan ekonomi dan perselingkuhan. Apabila yang jadi persoalan faktor ekonomi, sebaiknya pemerintah memusatkan untuk solusinya, salah satunya membuka lapangan pekerjaan bagi warga yang belum mendapat pekerjaan.

“Jadi lebih baik pemerintah fokus terhadap pemberantasan kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja baru. Karena tidak bisa dinafikan bahwa ekonomi merupakan sektor vital,” katanya.

Atau imbuh dia, pemerintah mengalokasikan anggaran kepada program-program yang prorakyat seperti untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pengadaan mobil ambulance di tiap kelurahan. “Saya rasa program itu paling bermanfaat untuk masyarakat,” tandasnya. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *