Askomelin Ingatkan Pentingnya SLO untuk Instalasi Listrik

Kota Bogor – bogorOnline.com

Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Kontraktor Mekanikal dan Listrik Indonesia (DPC Askomelin) Bogor mengingatkan pentingnya memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada jaringan instalasi listrik di rumah. Demikian hal itu disampaikan Ketua DPC Askomelin Bogor, Dedi Ahmad Djunaedi pada Kamis 10 Oktober 2019.

Dedi Ahmad mengatakan, Askomelin merupakan asosiasi gabungan penyedia jasa yang bergerak di bidang usaha instalasi listrik dan ada juga bergerak dalam menerbitkan SLO untuk instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah.

“Karena sesuai Undang Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, setiap instalasi listrik yang beroperasi wajib memiliki SLO,” ungkap Dedi didampingi Bendaharanya, Fajar usai acara Musyawarah Cabang ke II di Kendil Resto.

Sampai saat ini, kata Dedi, baru ada 19 perusahaan yang terdaftar bernaung di bawah DPC Askomelin Bogor. Perusahaan-perusahaan ini tersebar di wilayah kota dan kabupaten Bogor. Menurutnya, keanggotaan Askomelin akan terus bertambah menunggu penyelesaian Surat Badan Usaha (SBU).

“Jadi masih ada perusahaan yang dalam proses penyelesaian SBU,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya menyatakan sangat mendukung program-program pemerintah bahkan siap menjadi mitra kerja yang baik, seperti pada kegiatan penerangan jalan umum (PJU) untuk kepentingan masyarakat. Apalagi, sambungnya, sekarang ini ada pengembangan teknologi sumber listrik dari sampah dan matahari.

Sementara itu, Ketua DPD Askomelin Jawa Barat, Taufik Hasan mengatakan, bahwa intinya DPC Askomelin Bogor memfasilitasi anggota kontraktor listrik wilayah kota dan kabupaten Bogor. Mereka juga harus berkontribusi di bidang pelaksanaan pekerjaan kelistrikan dan anggota Askomelin memiliki SBU lengkap dengan sertifikat kompetensinya.

“Karena banyak dari anggota kami bisa mengeluarkan SLO dan menjadi mitra PLN. Karena itu sesuai UU 30/2009, apabila instalasi listrik tanpa SLO, maka akan dikenakan denda Rp 500 juta dan pidana kurungan 5 tahun. Sehingga pengurus Askomelin baru ini harus proaktif bisa juga memberikan edukasi ke masyarakat,” kata Taufik.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakot Bogor, Henny Nurliani usai menghadiri Muscab mengatakan, pihaknya mengapresiasi adanya Askomelin di Kota Bogor.

“Jadi pengusaha-pengusaha ini ada wadah atau organisasinya. Salahsatu tugas kita melakukan pembinaan penyedia jasa dan Askomelin menjadi mitra juga kita melakukan pembinaan kepada mereka,” pungkasnya. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *