Kena Gusur Jalur Ganda, SDN Layungsari 2 Ingin Diganti Gedung

Kota Bogor – bogorOnline.com

Sebagian gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Layungsari 2 yang berdiri di lahan PT. KAI lambat laun bakal dibongkar. Pasalnya, gedung sekolah yang berada di Jalan Layungsari, Empang, Bogor Selatan, Kota Bogor terkena dampak rencana proyek jalur ganda rel kereta Bogor-Sukabumi atau sebaliknya.

Plt Kepala SDN Layungsari 2 Subadri mengatakan, bangunan yang terdampak proyek tersebut terdiri dari 3 ruang kelas, 1 kantin, 2 toilet dan 2 rumah dinas guru. Saat ini, ketiga ruang kelas tersebut digunakan untuk peserta didik kelas 4 dan 5 yang berjumlah 150 orang dari total siswa 326 orang.

Gedung yang dibangun terpisah pada 1967 tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 400 meter persegi. Terhadap bidang tanah juga telah dilakukan pengukuran oleh pihak terkait pada 7 Oktober 2019 lalu. Bahkan di dinding bangunan telah ditandai 92, seperti pada nomor-nomor bangunan lain yang terdampak proyek.

“Soal jalur ganda, mungkin antar pihak terkait dengan Dinas Pendidikan jadi itu dari kepala dinas yang nanti akan menindaklanjutinya. Tapi pihak sekolah sudah ada pembicaraan dengan dinas. Ya, kalau kita, bangunan minta bangunan lagi, karena bagaimana dengan keberlangsungan siswa,” tutur Subadri.

Ia melanjutkan apabila gedung pengganti belum juga dibangun tak ada pilihan lain, pihaknya akan menggunakan gedung yang tersisa untuk kegiatan belajar 150 siswa. Di gedung itu terdapat empat ruang kelas yang nantinya diterapkan pola pembagian kelas menjadi 3 shift dari pukul 07.00 WIB sampai 10.00, 10.00-14.00 dan 14.00-18.00 WIB.

“Gedung yang di atas ada 4 ruang kelas. Ya, paling nanti untuk kegiatan belajar dimaksimalkan 3 shift dulu. Kalaupun memang belum dibangunkan karena khawatir dengan tahun anggaran, kita tambah ruang guru digeser-geser dan musala dijadikan ruang kelas. Arahan dari kepala dinas baru seperti itu,” ungkap Subadri yang juga Kepala SDN Bondongan itu.

Pihak sendiri menginginkan pembangunan gedung tersebut disatukan dengan gedung yang ada sehingga menjadi 2 lantai. Hal itu mengingat keterbatasan lahan. “Kita tidak mau ada uang pengganti (dana kerohiman) tapi ingin dibangunkan sekolah lagi oleh PT. KAI karena ini menyangkut generasi bangsa. Kita akan ajukan ini,” tandasnya. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *