Lapas Gunung Sindur Gelar Pengobatan Massal Untuk Narapidana

GUNUNGSINDUR – bogorOnline.com

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas lll Gunung Sindur gandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberi pengobatan massal untuk Warga Binaan Pemasyarakat (WBP) atau Narapidana yang sedang mengalami sakit, tanpa terkecuali Abu Bakaar Ba’asyir (ABB) terpidana kasus terorisme dan Buni Yani terpidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kegiatan pengobatan massal tersebut adalah bagian dari rangkaian Hari Dharma Karyadhika (HDKD) Tahun 2019,
yang di ikuti Narapidana (Napi) sebanyak 250 orang, berlangsung didalam area Lapas tepatnya di halaman Masjid Al-Hidayah Lapas Gunung Sindur, Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Selasa (15/10/19).

Pengobatan massal diikut, 250 orang dan pelaksaannya melibatkan Baznas, merupakan bagian dari Hari Dharma Karyadhika adalah HUT Kementrian Hukum dan Ham, yang akan dilaksanakan upacara pada 30 Oktober 2019.

“Kegiatan yang sangat bermanfaat, membantu dalam hal kesehatan untuk WGP yang ada di dalam Lapas,” kata Sopiana Kalapas Gunung Sindur kepada sejumlah wartawan.

Dia mengatakan dalam kegiatan pengobatan massal, Abu Bakar Baasyir dan Buni Yani tidak di ikut sertakan, dikarnakan mereka kondisinya sehat walafiat. Menurut Sopiana, pengebotan massal oleh Baznas, hanya di ikuti oleh Napi yang sedang sakit seperti, batuk, demam dan gatal-gatal pada kulit.

“Sebelum melaksanakan pengebotan massal untuk WBP, lapas sudah melakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan Lapas,  ketika mereka (WBP) ada yang mengalami sakit segera dilakukan pengobatan di polikelinik didalam Lapas. Jadi untuk ABB dan Buni Yani, alhamdulilah kondisinya sehat,” terangnya.

Sementara itu, staf avokasi dan pemberdayaan umat Ardy Christmas Widyantoro menuturkan, kegiatan ini adalah bentuk saling membantu sesama manusia dan merangkul semua kalangan untuk terbebas dari penyakit kulit atau lainnya.

“Kita tidak memandang itu salah atau itu benar, jadi Baznas hadir untuk merangkul semua elemen masyarakat. Kita akan rutin melakukan kegiatan pengobatan masal geratis ini setiap bulan sekali, dan sudah kita koordinasikan dengan dr. Dewi yang insaa Allah kedepannya kita akan rutin,” ujarnya.

Ardy menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh WBP sebanyak 250 orang, kemudian bulan depannya 250 orang lagi.

“Sehingga nanti bisa tuntas untuk persoalan kesehatan di Lapas Gunung Sindur, karna kita ingin bisa memberikan kesehatan total untuk WBP,” imbuhnya.

Ardy menambahkan, sejauh ini WBP Lapas Gunung Sindur mengeluhkan penyakit gatal, gatal pada kulit seperti ada bintik-bintik dan jika di garuk mudah lecet dan gampang berdarah, penyakit itu juga mudah menular.

“Penuran penyakit itu bisa dengan bergantian baju, atau tukaran handuk ini juga bisa terjadi penularan, mudahan-mudahan kita bisa menuntaskannya dari penyakit itu,” pungkasnya. (Mul)