Pasca Sopi-sopi Ambruk, Inspektorat Segera Audit Gedung DPRD

Kota Bogor – bogorOnline.com

Ambruknya dinding sopi-sopi atap gedung DPRD Kota Bogor berbuntut pajang. Baru-baru ini, Inspektorat Kota Bogor menyatakan akan mengambil langkah untuk mengaudit pembangunan gedung DPRD yang rampung akhir 2017 itu.

“Sesuai arahan pak wali kota tadi, kami akan mempelajari dulu terkait permasalahan yang terjadi di gedung dewan. Kemudian juga akan konsolidasi di internal untuk melakukan langkah-langkah audit di gedung DPRD,” kata Kepala Inspektorat, Pupung Purnama seusai dilantik pada Senin, 28 Oktober 2019.

Mantan camat Bogor Barat itu menjelaskan, audit akan dilakukan dengan segera setelah konsolidasi internal di Inspektorat.

“Iya, secepatnya akan kita lakukan, karena hari ini saya baru dilantik jadi perlu konsolidasi internal dulu di Inspektorat. Mudah-mudahan secepatnya kita laksanakan audit tersebut,” kata Pupung.

Di hari yang sama, Tim Teknis dari Dinas Perumkim Kota Bogor beserta konsultan manajemen kontruksi dan penyedia jasa pembangunan gedung DPRD melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Hasilnya, menjadi bahan pembahasan bersama mengenai perbaikan bangunan yang ambruk.

“Kita tadi ngecek ke lokasi kaitan dengan adanya rubuh di dinding sopi-sopi. Kebenaran juga lagi ada dari konsultan manajemen konstruksi dan penyedia jasa yang pertama. Selanjutnya mungkin akan dibahas sekarang ada perbaikan secepatnya,” kata Ketua Tim Teknis, Jejen Junaedi.

Saat ditanya apakah dalam pengecekan juga akan melibatkan Komite Keselamatan Konstruksi pada Kementrian PUPR. Jejen mengatakan sekait hal itu diserahkan sepenuhnya kepada wali kota Bogor.

“Itu mungkin menunggu instruksi Pak wali. Kalau Pak wali menginginkan, silahkan. Saat ini antisipasi seandainya ada hujan sehingga tidak ada air yang masuk,” katanya.

Lebih lanjut kata dia, perbaikan terhadap sopi-sopi dan plafon dilakukan secepatnya lantaran ruang paripurna direncanakan akan digunakan pada Jumat (1/11).

“Mungkin hari ini dan besok sudah mulai, yang penting saat paripurna kalau ada angin dan hujan tidak masuk ke bawah,” ungkapnya.

Soal biaya perbaikan, ujar Jejen, sementara ini masih dalam proses negosiasi dengan pihak kontraktor yang membangun.

“Jadi walaupun itu nanti secara pertanggungjawaban pemeliharaan sudah lewat, apa nanti kontraktor yang lama masih sanggup, saya diharapkan masih bisa untuk bertanggungjawab. Karena ini juga force majeure,” tutup mantan Kasi Penataan Bangunan dan Lingkungan pada Dinas Perumkim itu.

Seperti diketahui, sebagian atap ruang Paripurna yang berada di lantai empat gedung DPRD Kota Bogor, ambruk pada Sabtu, sore 26 Oktober 2019. Akibat kejadian itu, meja hingga kursi pimpinan sidang rusak tak berbentuk lagi setelah tertimpa material plafon dan dinding tembok yang berada di lantai lima.

Gedung DPRD berlantai lima yang dibangun PT. Trita Dea Addonic Pratama ini rampung akhir 2017 dengan menghabiskan biaya sebesar Rp69,7 miliar. Per 1 April 2019, Sekretariat dan anggota DPRD resmi mulai menempati gedung baru yang berlokasi di bilangan Jalan Pemuda, Tanah Sareal tersebut dari tempat semula di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *