Saefullah Perjuangkan Sarana dan Prasarana Pendidikan Untuk Masyarakat Desa Kabasiran

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Saefullah yang merupakan petahana calon kepala Desa Kabasiran, menggelar dialog terbuka bersama masyarakat (Wali murid) SD Negeri Rabak Desa Kabasiran Kecamatan Parungpanjang, untuk memperjuangkan kurangnya sarana dan prasarana pendidikan.

Pertemuan tersebut tak lain adalah untuk musyawarah dan mendengarkan aspirasi dari seluruh wali murid SD Negeri Rabak, yang dilaksanakan di Gelanggang Olah Raga Masyarakat (GOM) Griya Parungpanjang Desa Kabasiran Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Jum’at (11/10/19).

“Pertemuan itu merupakan musyawarah bersama seluruh wali murid SD Negeri Rabak, mengingat sekolah SD Negeri tersebut sudah tidak menjadi tempat yang layak untuk kegiatan belajar mengajar dan juga rawan kecelakaan karna berdekatan dengan jalan,” ungkap Saefullah.

Saefullah yang kerap disapa Dede ini, mengatakan, kondisi SD Negeri Rabak saat ini, jumlah muridnya sudah melebihi kapasitas dari ruang kelas yang ada, sehingga pihak sekolah mengatur dua rombongan belajar (rombel) lantaran ruang kelas yang tidak mencukupi untuk menampung siswa.

“Dihawatirkan kedepan, akan ada pelebaran jalan dengan kondisi tanah saat ini yang beedekatan dengan jalan raya sehingga bangunannya juga mepet dengan jalan. Sekolah dengan luas 1600 meter, tidak bisa lagi perluasan,” imbuhnya.

Dede menambahkan secara kebetulan di Griya Parungpanjang sudah ada fasos dan fasum yang diserahkan ke pemerintah Daerah (Pemda) Bogor, oleh PT Masa Kreasi dan diperuntukan untuk sarana pendidikan dengan luas tanah 3 ribu meter.

Menurutnya, jika direlokasi SD Negeri Rabak ke lokasi lahan fasos fasum tersebut bisa menjadi sarana pendidikan yang baik untuk kegiatan belajar dan mengajar. Sebab, ditempat yang sekarang rawan kecelakaan, jika cuaca buruk halaman depan banjir dan proses belajar mengajar juga terganggu dan kapasitas ruang kelas tidak bisa menampung jumlah murid yang ada.

“Jika SD Negeri Rabak direlokasi kesana bisa, karna luas lahan ada 3 ribu meter dan sesuai dengan peraturannya. Memang disanakan peruntukannya untuk pendidikan, kami punya dua lokasi yang dimana satu blok ada dua lokasi seluas 3 ribu meter, dialokasikan untuk sekolahan SD, dan yang 1, 5 hektar bisa dialokasikan untuk SMK Negeri,” jelasnya.

Lanjut Dede, pertemuan bersama wali murid bertujuan untuk mendengarkan pendapat secara langsung dari para masyarakat (Wali murid), yang tidak berkenan dengan kondisi yang ada saat ini.

“Setelah musyawarah, kami akan langsung mengusulkan ke Kementrian Pendidikan, apah yang nanti untuk syarat yang kita harus penuhi untuk relokasi sekolah SD Negeri Rabak tersebut. Kami juga akan terlebih dahulu ke pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten, karna didalamnya kita juga harus memiliki izin dari Dinas pendidikan Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Dede menjelaskan sarana dan prasana yang  kita perjuangkan disana itu bukan berbicara untuk saat ini saja, tapi ini untuk kedepannya.

“Karena kondisi SD Negeri Rabak sudah oper kapasitas saat ini, bagaimana nanti, kami berpikir kedepannya dan makin bertambahnya masyarakat juga makin bertambahnya murid-murid, kita antisipasi kearah sana,” tandasnya. (Mul)