Kementerian PUPR Dukung PDAM Kota Bogor Kembangkan Konsep 4K

Kota Bogor – bogorOnline.com

Kementerian PUPR menyatakan akan mendukung PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam pengembangan konsep 4K untuk meningkatkan pelayanan air kepada masyarakat. Konsep 4K kepanjangan dari Kuantitas, Kualitas, Keterjangkauan dan Kontinuitas.

Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum pada Direktorat Jenderal Cipta Karya, Yudha Mediawan mengungkapkan, PDAM Tirta Pakuan diketahui mendapat predikat yang kedua terbaik dengan jumlah pelanggan di atas 100 ribu. Oleh karena capaian ini tentunya harus dipertahankan oleh PDAM Tirta Pakuan.

Selain dipertahankan, lanjut Yudha, pengembangan pelayanan dengan konsep 4K. Sebab capaian pelayanan yang 92 persen belum seluruhnya terlayani oleh jaringan perpipaan.

“4K ini adalah Kuantitas, Kualitas, Keterjangkauan (harga) dan juga Kontinuitas, jadi air itu harus mengalir ke pelanggan,” paparnya di sela acara RISPAM 2019-2023 dan temu pelanggan di IICC, Bogor, Rabu 13 November 2019.

Kementerian PUPR sendiri sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan dalam pengembangan konsep 4K. Dukungan itu, ada dalam bentuk bantuan berupa program dari APBN, hibah ataupun mendorong kerjasama dengan pihak swasta.

“Lalu ada pengganti Perpres 29 yaitu 46 tentang penjaminan dan juga subsidi untuk bunga pinjaman, dan ini bisa dimanfaatkan terutama untuk PDAM-PDAM sudah sehat. Seperti PDAM Kota Bogor kan sudah masuk kategori sehat,” tambah Yudha.

Ia juga menambahkan untuk skema lainnya adalah Business To Business. PDAM bisa mengajak mitra bisnis untuk bekerjasama dalam pengembangan pelayanan itu sendiri.

“Jadi untuk mencapai 100 persen itu bukan hanya air bersih saja, tapi bisa menjadi air minum. Nah, ini nanti bisa dalam bentuk zonasi-zonasi dulu dan kedepan pengembangan ini dengan alternatif sumber air bakunya yang support oleh Ditjen SDA,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Air Tanah Air Baku pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Iryandi Aswartika mengatakan pada prinsipnya pihaknya akan membantu ataupun mendukung semua kegiatan khususnya menyangkut ketersediaan air minum bagi masyarakat dari sisi ketersediaan air baku.

“Tapi kita akan lihat dulu ketersediaan atau potensi air baku yang ada sejauh mana agar bisa kita dorong atau dimanfaatkan untuk air bersih kemudian menjadi air minum. Jadi tugas kami hanya mengerjakan air baku dari sumber air dibawa ke reservoar,” terangnya. (HRS/NAI)
Foto : istimewa




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *