Kota Bogor Wujudkan Kota Layak Anak

Kota Bogor – bogorOnline.com

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pemberdayaan, Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor terus bergerak untuk mewujudkan Kota Bogor menuju Kota Layak Anak.

Dalam waktu dekat, DPMPPA akan melakukan penilaian terhadap sejumlah instansi ataupun lembaga baik pemerintah dan swasta dalam lomba wilayah ramah anak. Tak hanya itu, pihaknya juga mengikuti sertakan insan media.

Sekretaris DPMPPA Kota Bogor, Tini Sri Agustini mengatakan, penilaian nantinya akan dilakukan di enam kecamatan yang meliputi kelurahan dan sekolah.

“Jadi kita melakukan penilaian selama tiga hari mulai Senin (18/11) di dalam enam kecamatan juga sekolah mulai TK, SD, SMP dan SMA, karena untuk mewujudukan layak anak dimulai dari kelurahannya dan kecamatannya itu kita juga melihat sekolahnya bagaimana kondisinya,” ungkapnya saat jumpa pers di Balaikota Bogor, Jumat 15 November 2019.

Dalam upaya mewujudkan Kota Bogor menuju KLA, Pemkot Bogor bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor juga membuat terobosan inovasi untuk mewujudkan Kota Bogor ramah anak.

“Jadi ini kita ada inovasi baru kita sudah melatih pegawai ramah anak yang sudah melatih beberapa karyawan hotel,” ujarnya seraya menambahkan bahwa hasil penilaian akan diumumkan pada peringatan Hari Anak Sedunia.

Sementara itu, Ketua KPAID Kota Bogor, Dudih Syiarudin menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya untuk mewujudkan Kota Layak Anak harus memperhatikan hak dasar anak.

“Hak dasar anak itu banyak hal di antaranya pendidikan, tempat bermain mereka, tempat dimana bisa berkomunikasi, dimana mereka juga mendapatkan kasih sayang, namun pada saat ini itu sangat sulit untuk diwujudkan, kecuali kita sama-sama mewujudkannya, KPAI juga bergerak dengan berbagai stekholder, pihak swasta, sekolah, masyarakat, bahkan ke wilayah kita terjun sama sama memberikan penyadaran dan sosialisasi kepada masyarakat karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Saat disinggung terkait kasus angka kekerasan terhadap anak di Kota Bogor, Dudih mengatakan mengalami peningkatan. Tahun 2018 menunjukkan jumlah 40 kasus lebih naik menjadi 65 kasus di tahun 2019.

“Secara urutan teratas kasus pengasuhan terhadap anak, kekerasan seksual, terpapar teknologi gadget, pornografi, trafficking ada tapi rendah,” urainya.

Namun begitu, kata Dudih, masyarakat sudah mulai peduli dan memiliki kepekaan yang cukup tinggi terhadap apa yang diketahuinya tentang kekerasan terhadap anak. Beberapa kasus di antaranya merupakan pengaduan dari masyarakat yang diterima KPAID.

“Iya, saya tidak bisa berkata lain kecuali memang kasus meningkat secara kuantitatif. Sisi lain kami memandang bahwa masyarakat Kota Bogor ini lebih peduli terhadap pelaporan, dulu mungkin bisa jadi nggak banyak yang melaporkan karena dianggapnya aib, sekarang sudah mulai tersadarkan bahwa ini harus dilaporkan dan harus ditindak lanjuti secara hukum. Itu sisi positif yang kami tangkap sebagai upaya pencegahan,” tandasnya. (HRS/BNI)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *