Kota Bogor – bogorOnline.com
Desain mengenai dua pipa utama milik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang terkena dampak rencana pembangunan double track atau jalur ganda kereta Bogor-Sukabumi akan masuk tahap finalisasi. Namun sebelum masuk ke tahap itu, PDAM Tirta Pakuan bersama Balai Perkeretaapian Jawa Barat akan meninjau kembali ke lokasi pipa yang di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.
“Hasil pertemuan kemarin bersama Balai Perkeretaapian dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Bandung, mereka sudah membuat desain perubahan hasil survei bersama beberapa waktu lalu. Tapi akan dikroscek lagi, digabungkan dengan desain kita. Selanjutnya baru pemantapan desain final,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Sanjaya saat dikonfirmasi pada Jumat 22 November 2019.
Deni melanjutkan, bahwa finalisasi desain ini juga berkaitan dengan penyesuaian rencana anggaran biaya untuk relokasi kedua pipa yang terdampak sepanjang 1,6 kilometer. Pihaknya memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp91 miliar.
“Tapi karena kemarin mereka sedang fokus perbaikan longsor di Cigombong sehingga kita belum bicara detail. Tapi kita sudah menemui pihak Balai Perkeretaapian Jawa Barat. Kemungkinan ada survei kedua dan baru finalisasi desain,” tambahnya.
Ia memastikan pada saat pelaksanaan koneksi pipa nanti akan terjadi gangguan pelayanan PDAM ke pelanggan. Berkaitan hal ini, Deni menegaskan, jangan sampai gangguan tersebut menjadi permanen, misalnya pipa tidak bisa mengalirkan air baku cukup besar, dimana saat ini hampir 1.800 liter per detik dari Ciherang Pondok.
“Iya, jangan sampai tidak teralirkan air baku. Sebab, jika terputus 70 persen (pelanggan) akan terganggu. Ini cukup besar,” tegasnya.
Oleh karena itu, sambung Deni, untuk metode kontruksi koneksi pipa akan dibuat selengkap dan seteliti mungkin sehingga meminimalisir gangguan pelayanan PDAM ke pelanggan.
“Pada survei kedua nanti kita akan diskusi sampai matang menyangkut metode kontruksi ini, jangan sampai pelanggan PDAM terganggu cukup lama,” tandasnya.
Diketahui, jaringan dua pipa induk berdiameter 1 meter dan satunya 70 sentimeter ini untuk menyalurkan 1.800 leter per detik air baku ke dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng dan Cipaku. Kedua IPA selanjutnya mendistribusikan air bersih untuk 120.000 pelanggan atau 70 persen dari 160.000 pelanggan PDAM. (HRS)





