Porserosi Kota Bogor Targetkan Lima Medali Emas di Porda 2022

Kota Bogor – bogorOnline.com

Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Bogor terus mematangkan para atletnya untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2022 mendatang. Porserosi Kota Bogor menargetkan dapat memboyong lima medali emas.

Ketua Porserosi Kota Bogor, Eryko Bhakti mengatakan, porda mendatang ada dua atlet yang diharapkan bakal mendulang pundi-pundi emas bagi Kontingen Kota Hujan. Keduanya, M Dafa Grandia pada kelompok master usia 14 tahun ke atas dan Alika Salma di kelompok D usia 12 tahun ke atas.

“Di Porda 2022 nanti yang jelas ada Grandia dan Alika. Kita juga punya Javier. Sedangkan sisanya tiga atlet lainnya dalam tahap penggodokan sehingga dapat menyaingi kelas master,” katanya disela latihan di Lapangan Kresna, Bogor Utara, Kamis 28 November 2019.

Menurut dia, Dafa sendiri memiliki catatan waktu 17 detik di nomor 200 meter. Iapun berhasil meraih emas dalam V3 Internastional Inline Skate Competition pada Agustus 2019 di Bekasi. Sementara Alika Salma mempunya catatan waktu 20 detik di nomor 200 meter. “Di kejuaraan yang sama diapun berhasil meraih medali emas,” katanya.

Eryko mengungkapkan, sebenarnya kedua atlet ini berpeluang membawa pulang tiga medali emas pada Porda 2018. Namun keduanya belum bisa tampil lantaran putusan KONI yang tak menurunkan cabor sepatu roda.

Kesempatan ini, ia menyampaikan terimakasih kepada Walikota Bima Arya yang telah membangunkan arena inline skate sehingga atletnya dapat berlatih di tempat tersebut. Namun, kata dia, jadwal penggunaan arena inline skate harus diatur agar tak berbenturan dengan warga.

“Saya sudah berbicara dengan dinas terkait soal pengaturan jadwal. Selain itu kami minta dipasangi lampu putih agar atlet bisa berlatih di malam hari serta dipagar agar latihan dapat lebih fokus,” paparnya.

Sementara itu, Pelatih Sepatu Roda Kota Boggor, Resa Astiyahadi mengatakan, persiapan dua tahun menuju porda ini lebih menitikberatkan kepada peningkatan kecepatan waktu para atlet dengan intensitas latihan empat kali dalam sepekan.

“Sepatu roda ini kan olahraga terukur, jadi waktu yang kita kejar. Saya harap kelompok D atau junior nanti bisa menyaingi waktunya master main di 200 atau 300 meter maupun jarak menengah 5.000 atau 10.000 meter bisa tercapai dalam tempo satu tahun kedepan,” katanya.

Iapun mengaku optimistis mampu mendulang lima medali emas di kelas junior dan master dari 24 nomor yang dipertandingan dalam porda nanti. Ada tujuh atlet yang akan diturunkan pada porda nanti.

Menurut Resa, bahwa persaingan antar daerah untuk cabor sepatu roda saat ini sudah mulai ketat. Sebab, banyak daerah yang melakukan try out ke luar negeri, seperti Jerman, Belgia dan Thailand. “Kami berharap (Kota Bogor) nanti bisa mengikuti itu, sehingga mendapat lawan tandem yang menjuarai dunia,” tukasnya. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *