Proyek Lanjutan Pagar Pustu Kencana Dihentikan

Kota Bogor – bogorOnline.com

Proyek lanjutan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kencana berupa pembangunan pagar pembatas dihentikan sementara. Pekerjaan baru dapat dilanjutkan kembali setelah adanya penyelesaian. Demikian hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah.

Rubaeah mengatakan pihaknya dan dinas terkait akan menindaklanjuti surat yang dilayangkan oleh pihak yang menyatakan bahwa tanah itu miliknya. Namun begitu, ia menegaskan bahwa Putsu Kencana dibangun di lahan fasilitas sosial (fasos) fasilitas umum (fasus) perumahan Taman Griya Kencana yang sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor

“Intinya kita sudah mendapatkan surat pelimpahan dari perumahan sebagai fasos fasum, dan masyarakat sangat berharap dijadikan unit pelayanan kesehatan. Makanya kita bangun satu tahun di tahun 2017,” ungkapnya, Sabtu 9 November 2019.

Menurut Rubaeah, lahan fasos fasum dengan luas kurang lebih 600 meter persegi tersebut diserahkan kepada Pemkot Bogor pada 2014. Sedangkan Dinas Kesehatan menerima pelimpahan aset tersebut pada 2016. Atas dasar itu, kata dia, Pustu Kencana dibangun di lahan tersebut.

“Kan sudah dilimpahkan ke Pemkot Bogor, makanya kita berani bangun. Kita juga sudah konfirmasi ke pihak PT. Fajar (pengembang perumahan Taman Griya Kencana),” imbuh Rubaeah.

Sekait pembangunan pagar pembatas yang saat ini masih dalam proses pekerjaan, oleh dirinya memang dihentikan dulu untuk sementara. Setelah persoalan ini selesai, maka pekerjaan boleh dilanjutkan kembali.

“Iya, perkerjaan berhenti dulu dan akan diupayakan selesai karena tinggal pasang pagar saja. (Pekerjaan dihentikan) karena ada aduan, sehingga harus clear dulu. Pembangunan pagar juga tinggal beberapa persen lagi,” tukasnya.

Rubaeah sendiri merasa aneh ketika ada pihak yang mengklaim atas lahan tersebut apalagi dilakukan saat ini, tidak sejak dimulainya pembangunan Pustu Kencana.

“Ini aneh juga, bangunan sudah jadi dan ketika sudah mau selesai pemasangan pagar, ada aduan. Kita kaget, harusnya dari awal dong,” ucapnya.

Saat ditanya soal sertifikat atas lahan tersebut, Rubaeah mengatakan, bahwa lahan yang telah diserahkan kepada Pemkot Bogor itu belum memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Belum. Baru ada pelimpahan,” singkatnya.

Seperti diketahui, Pustu Kencana baru-baru ini menjadi perhatian publik menyusul sejumlah pamflet yang terpampang pada bangunan pagar pembatas dan lokasi lain di area unit pelayanan kesehatan yang berada di RT07 RW12, Kencana, Tanah Sareal itu.

Pamflet tersebut bertuliskan “Dilarang Membangun Tanpa Izin Pemilik Tanah sesuai AJB PPAT No.372/KCN/SPK/VIII/11993, SPJB Tgl 5-8-1995 dan somasi No.03.A-SS/XI/2019. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *