Ruang Kelas SDN 3 Tenjo di Rehab, Siswa Terpaksa Belajar dengan Cara Ngampar

TENJO – bogorOnline.com

Proyek kontruksi fisik rehabilitasi gedung kelas SD Negeri 3 Tenjo, Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor, disinyalir mangkrak. Hal tersebut lantaran adanya keterlambatan pengerjaan proyek rehab dan hal tersebut membuat siswa belajar dengan cara ngampar di halaman Musholla.

Berdasarkan pengamatan bogoronline.com, proyek rehab gedung sekolah kelas 4, 5 dan 6 dengan nilai proyek 5 ratus juta lebih itu, seharusnya diselesaikan pada bulan 20 November 2019, namun kini tak kunjung rampung.

Saat ini kondisi kegiatan belajar di sekolah kian memperihatinkan. Siswa yang seharusnya belajar dengan nyaman, kini
belajar dengan cara ngampar di halam Musholla di sekolahan tersebut, ada sekitar puluhan siswa yang dibagi menjadi dua rombel oleh pihak sekolah, pagi dan siang.

“Karena sering ditinggal pemborong, proyek rehab ini mulai sejak September 2019 lalu, ada empat kelas yang saat ini sedang dikerjakan dan satu bangunan itu menggunakan dua sift dalam pengerjaan, dan sangat menggangu kegiatan belajar,” unkap Eman Sulaeman, kepala sekolah SDN 3 Tenjo, kepada wartawan, Selasa (26/11/19).

Eman mengatakan, anak-anak sekolah banyak yang sudah pada masuk sehingga proses belajar terganggu. Saya sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan, tapi pelaksana pemborong hingga saat ini sulit diajak komunikasi, bahkan, saat dihubungi melalui sambungan telepon genggam, malah diblokir.

Dia pun meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, agar bisa lebih mengawasi pelaksanaan proyek rehab sekolah terhadap pemborongnya, agar berjalan dengan baik pelaksaan pengerjaannya.

“Kalau ada pengawasan secara kusus dari Disdik Kab. Bogor, terhadap pemborong mungkin saja pengerjaan tidak ditinggal-tinggal. Kalau terlambatan seperti ini, bisa mengganggu kegiatan pwmbelajaran,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, pengawas binaan SDN 3 Tenjo Dedi Supriadi mengatakan, pengerjaan proyek rehab ini, sudah hampir tiga minggu berjalan, sekarang sudah masuk dalam proses penyelesaian, namun ada keterlambatan, yang seharusnya penyelesaian pada 26 November 2019, tapi sekarang belum selesai.

“Yang belum ada penyelesaian proyek itu adalah atap, plafon, dinding-dinding yang masih retak-retak itu belum. Kemarin kami sudah mengirim surat ke Disdik kaitan keterlambatan pelaksaan proyek ini, dan kami juga sudah komunikasi dengan pemborong,” katanya.

Lanjut Eman menambahkan, dirinya selaku pengawas pembina sekolah, sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah kaitan dengan kegiatan belajar dan mengajar, terkait keterlambatan proyek rehab gedung sekolah, jadi kegiatan belajar kita ada dua rombel.

“Nah itu lah, kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah (kepsek-red) tetap dilaksana dua sip, supaya lebih genjar lagi pengerjaan proyeknya. Tapi kegiatan belajar juga aga terganggu, kami sangat berharap pembangunan ini agar segera diselesaikan,” pungkasnya. (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *