by

KOMISI IV TINJAU PELAKSANAAN PROYEK PUSKESMAS CICANGKAL DI RUMPIN

RUMPIN – bogorOnline.com
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor melakukan kunjungan dan peninjauan secara langsung proyek revitalisasi puskesmas Cicangkal yang terletak di Jl. Raya Sukamanah, Cicangkal Desa Tamansari Kecamatan Rumpin, Senin (9/12/2019).

Dalam peninjauan, wakil rakyat ini tampak didampingi oleh Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang Sumber Daya Kesehatan serta Kepala UPT Puskesmas Cicangkal.

Selain itu, Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Bogor ini juga melakukan peninjauan ke sejumlah ruangan dari gedung baru pusat pelayanan kesehatan masyarakat tersebut.

Ridwan Muhibi, ketua tim dalam kunjungan tersebut mengatakan, peninjauan yang dilakukan Komisi IV tersebut bertujuan memastikan progres kinerja proyek revitalisasi gedung puskesmas yang sempat terlambat dari jadwal penyelesaian.

“Kami melihat secara langsung agar mendapat bukti konkrit progres kerja para penyedia jasa, terutama pada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Politisi Partai Golkar ini juga menegaskan, bahwa Komisi IV sangat intens mengawasi berbagai kegiatan proyek agar dapat terlaksana dengan baik dan sesuai kontrak kerja yang sudah dibuat.

Pengawasan dari dewan tersebut adalah bagian dari upaya mendukung program Panca Karsa Pemkab Bogor untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor.

“Jadi berbagai kegiatan di sejumlah dinas akan terus kami awasi. Berbagai temuan yang kami dapati akan menjadi bahan evaluasi ke depan.” Tegasnya.

Sedangkan anggota Komisi IV lainnya, Ruhiyat Sujana mengatakan, bahwa adanya kegiatan proyek infrastruktur di sejumlah dinas, harus dikerjakan secara maksimal agar jangan sampai merugikan rakyat. Apalagi jika infrastruktur tersebut merupakan pemenuhan kebutuhan pokok dan pelayanan dasar hak masyarakat seperti sarana prasarana kesehatan atau pendidikan.

“Kami himbau semua penyedia jasa jangan main-main. Begitupun dinas terkait dan konsultan pengawas, harus lebih ketat mengawasi. Jika masih ada kontraktor proyek lelang yang main-main, maka kami akan rekomendasikan untuk di-black list saja,” tegasnya.

Sementara, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang SDK, Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Trisna Widya Bangun mengatakan, proyek puskesmas memang sempat ada keterlambatan penyelesaian pekerjaan.

Namun, pihak pelaksana kegiatan sudah bertanggung jawab untuk segera menyelesaikan pekerjaan serta sudah membayar denda keterlambatan sesuai aturan dalam kontrak kerja.

“Tidak ada kerugian uang negara. Semua sudah diselesaikan dan pihak kontraktor juga sudah menyanggupi dan membayar denda,” pungkasnya. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed