Reses Anggota DPRD Provinsi Jabar, Asyanti Perhatikan Pedagang Kecil

CIAMPEA – bogorOnline.com

Begini cara Anggota Legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat Asyanti Rozana Thalib dalam melaksanakan reses pertama ditahun 2019, 2020, dengan memberi bantuan modal untuk usaha bagi para pedang kecil yang merupakan ibu rumah tangga (IRT). Asyanti ingin peran ibu-ibu bisa meningkatkan ekonomi dimasyarakat.

Kegiatan reses yang dihadiri mayoritas ibu rumah tangga itu berlangsung dikediaman Rudi Albet Kp. Cibuntu Tengah RT 04/05, Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, Reses kali ini dibanjiri door prize menarik.

Tak sedikit, masyarakat (IRT) merupakan pedagang sayuran, dan gorengan itu mendapat bantuan modal usaha, memiliki penghasilan dibawah UMR. Hal itu dilakukan Asyanti sebagai konstituen, perwujudan perwakilan rakyat.

“Ini bagian dari konstituen saya kepada masyarakat. Ketika pemilihan legislatif kemarin suara saya disini cukup bagus, jadi itu intinya, dalam rangka reses ini saya bisa bertemu kembali dengan masyarakat,” kata Asyanti, kepada bogoronline.com seusai kegiatan, Selasa (3/11/2019).

Dia mengatakan, dari setiap daerah, perempuan dianggap tidak memiliki penghasilan, tidak punya mata pencaharian karena itu saya tanya mereka, kerjaan mereka itu apa?. Saya pikir mereka punya keahlian, kalau ada kita akan beri subsidi kepada mereka, sehingga usahanya bisa berkembang.

Namun kenyataan di lapangan mereka pedagang gorengan dan sayuran. Ketika ditanya, berapa modal dalam sehari dan berapa keuntungannya, yang saya dengar dari mereka dari 100 ribu hingga 500 ribu, namun 500 ribu itu bukan modal sendiri melainkan modal orang lain. Bahkan dalam sehari itu untungnya hanya berkisar 50 ribu rupiah saja.

“Olehkarena itu, saya memberikan bantuan modal untuk usaha, guna mereka (ibu-ibu) bisa lebih berkembang lagi kedepannya dalam menjalankan usahanya. Silahkan saja, uang ini dipergunakan meski tidak seberapah nilainya, tapi bisa menambah pehasilkan,” imbuhnya.

Lanjut Asyanti menuturkan, saya sengaja melakukan itu, dengan begitu diharapkan, jangan sampai ada yang masih beranggapan, bahwa perempuan itu banyak penggurannya. Jadi biar mereka memiliki kesibukan dan punya mata pencaharian.

Selama ini program-program pelatihan kerja banyak di Provinsi, setiap saya turun kemasyarakat saya selalu bertanya kepada masyarakat apa pekerjaan mereka, dengan begitu mudah-mudahan bisa cocok dengan kita di Provinsi.

“Kalau itu bisa, kita bisa memberikan mereka pelatihan dengan skill mereka. Kalau kita tau mereka seperti apa, kita bisa masuk dengan memberikan pelatihan. Dengan memiliki keterampilan, mereka bisa membuka lapangan kerja sehingga bisa menekan angka pengangguran,” jelasnya.

Sementara itu Santi (34) salah satu warga Desa Cicadas yang berjualan cilok dan gorengan mengaku sangat semangat dan gembira. Pasalnya, selain mendapat hadiah ia juga mendapatkan bantuan untuk modal usahanya.

“Alhamdulilah, saya ucapkan terimakasih banyak kepada Ibu Asyanti yang sudah memberikan bantuan kepada saya, modal ini bisa menambah modal usaha saya yang sudah saya jalani,” ungkap Santi.

“Santi juga mengatakan kalau suami saya juga berjualan sayuran di pasar, tapi milik orang lain, suami saya hanya kerja, ikut berjualan sama orang, bukan modal sendiri, saya berjualan dirumah untuk mencari tambahan biaya sehari-hari,” tutupnya. (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *