by

YADN Bersama Disabilitas Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Kota Bogor – bogorOnline.com

Ratusan penyandang disabilitas yang mayoritas tunanetra memadati ruang aula gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB) di Jalan Pajajaran, Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu 4 Desember 2019. Kehadiran mereka untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Yayasan Ashaba Disabilitas Netra (YADN) Kota Bogor.

Ketua YADN Kota Bogor, Erni Juhana mengatakan, bahwa acara tersebut sudah menjadi agenda rutin YADN sejak berdiri 2013 untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain agenda tahunan pada hari besar Islam, pihaknya juga mengadakan pengajian rutin yang dilaksanakan seminggu dua kali setiap Selasa dan Rabu.

“Pengajian di yayasan Ashaba khususnya untuk hafidz Qur’an. Sekarang sudah ada 40 hafidz yang diajarkan dengan metode belajar huruf braille. Tapi yang hadir untuk sekarang ini ada 230 orang karena kita mengundang juga penyandang disabilitas lain,” kata Erni.

Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah ini diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari melantunkan ayat suci Al Quran oleh hafizah Muhaya Lismawati, tausiyah hingga penampilan kasidah serta marawis yang dibawakan para tunanetra dan juga diskusi.

“Saya juga berharap dari hasil diskusi yang tadi dilaksanakan dapat mengambil langkah-langkah untuk kegiatan mereka nanti kedepan bagaimana mendapat dukungan dari pemerintah maupun instansi lainnya,” ungkapnya.

Sementara, Pembina YADN Kota Bogor, Hasan Basri menambahkan, para hafidz menghapal Al Quran di yayasan Ashaba kebanyakan menggunakan metode belajar dengan Al Quran braille. Namun bagi yang tidak bisa dengan Al Quran braille bisa menggunakan Al Quran digital.

“Alhamdulillah, dengan adanya yayasan Ashaba ini tunanetra semakin maju untuk hafidz Qurannya, kemudian bidang keseniannya, yakni kasidah dan marawis. Dan mereka yang memiliki potensi biasanya diikutsertakan dalam lomba, seperti tim kasidah pernah meraih juara 2 se-Jabodetabek pada tahun 2015,” tuturnya.

Hasan mengakui bahwa kebutuhan yayasan Ashaba selama ini masih mengandalkan swadaya masyarakat dan donatur. Sehingga sejauh ini belum tersentuh dukungan dari Pemerintah Kota Bogor.

“Insya Allah, kita akan berusaha di tahun 2020 mau mengajukan untuk kebutuhan yayasan, menambah alat alat penunjang seperti Al Quran braille yang belum memiliki semua, juga penunjang untuk kreatifitas misalnya rebana,” ungkapnya.

Salah satu pengajar, Solihin ZA mengatakan, sejauh ini para tunanetra mudah mengerti dengan teknik-teknik pembelajaran hafizh Quran, hanya saja kembali masih kekurangan alat-alat penunjangnya. Untuk itu, dirinya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan alat-alat tersebut.

“Yang saya harapkan kedepan sarana prasarana tadi terutama bagi tunarungu ada alat untuk mempermudah penyerapan mereka dari apa-apa yang disampaikan oleh pengajar. Iya, secara pribadi bagi pengajar untuk mengajar mereka tidak terlalu sulit,” kata Solihin. (HRS)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *