by

350 Pesilat Ikuti Silaturahim Silat Tradisional Indonesia 2019

KEMANG – bogorOnline.com

Pencak silat adalah salah satu budaya sekaligus wahana pendidikan bangsa yang berfungsi mengembangkan kemampuan dalam membentuk watak serta peradaban bangsa agar bermartabat dan berakhlaq mulia serta mempertinggi rasa jiwa patriotisme.

Guna mewujudkan prinsip-prinsip yang terkandung pada pencak silat, maka perlu ada peningkatan pemahaman nilai kultural dan kemajemukan dengan mengembangkan kreatifitas pesilat. 

Hal ini mendasari Kampoeng Silat Jampang (KSJ) Dompet Dhuafa bersama Forum Perguruan Pencak Silat Tradisional Indonesia (FP2STI) menggelar giat Silaturahmi Silat Tradisionil 2019 yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Indonesia Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

“Giat ini diikuti sebanyak 350 Pesilat yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten,” ungkap Herman Budianto Ketua Kampung Silat Jampang kepada wartawan, Rabu (4/12/2019).

Menurut Ketua KSJ, kegiatan silaturahim tersebut selain untuk mempererat tali silaturahmi antar perguruan silat, juga diharapkan mampu memajukan dan melestarikan pencak silat secara umum dan khususnya pencak silat tradisional.

“Dalam giat ini dibahas berbagai proses pelatihan pembentukan karakter anak bangsa yang tangguh dan berakhlak mulia, maupun penelitian dan pendokumentasian berbagai aspek pencak silat melalui budaya menulis dalam penerbitan buku-buku pencak silat,” ungkapnya.

Herman Budianto mengatakan jika pencak silat merupakan ilmu bela diri bangsa Indonesia yang berakar dari Nusantara. Dalam perkembangannya kini pencak silat tak hanya dikenal sebagai seni bela diri semata, namun telah menjadi wahana edukasi publik sebagai pembentukan karakter bangsa.

“Silaturahim Silat Tradisional 2019 yang juga diikuti oleh para Guru Besar dan Perguruan, diharapkan akan lahir insan-insan pesilat yang cinta akan budaya dan tradisi silat dan memiliki kontribusi dalam upaya memajukan dunia persilatan di Indonesia,” harapnya.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuh kembangkan minat para pesilat dan masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan silat tradisional. Mendorong budaya menulis para guru besar dan penerbitan buku dokumentasi pencak silat dan memasyarakatkan kaidah dan filosofi pencak silat yang akan berguna untuk mencapai sukses dalam kehidupan serta mengembangkan budaya pencak silat Indonesia. Dalam giat tersebut, sambungnya, juga digelar giat diskusi dengan pemateri Eddie M Nalapraya Bapak Pencak Silat Dunia dan Legenda Tokoh Pencak Silat Dunia, Edwin H. Abdullah Deputi Menteri BUMN, Komisaris Pertamina, Khairul Jasmi Komisaris PT Semen Padang, Wartawan Senior dan Pendekar Tanpa Pedang serta Herman Budianto Ketua Kampung Silat Jampang yang membahas tentang Manajemen Perguruan Silat. Adapula tamu undangan khusus yaitu Asisten Teritorial KASAD, Mayjend. Agus Fadjari dan pengurus PB IPSI Tomo.

Sementara acara silaturahmi juga diisi penyerahan Piagam Pelestari Silat, Pengangkatan Dewan Guru, Pengangkatan Pengurus Baru FP2STI dan atraksi Silat. Eddie M. Nalapraya dalam paparannya menyampaikan, Pencak Silat Indonesia sebagai sumber pengembangan peradaban Pencak Silat Dunia harus dapat menjadi contoh untuk pesilat di negara lain.

“Saat ini perkembangan silat sudah menyasar sampai ke 73 Negara dibawah bendera PERSILAT ( Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa ) yang telah berusia 38 tahun. Kita juga sedang berjuang, agar UNESCO dapat menjadikan Pencak Silat sebagai kekayaan budaya tak benda asli dari Indonesia,” ujarnya.

Dalam sesi silaturahmi, Ketua Kampung Silat Jampang, Herman Budianto menyampaikan bahwa Perguruan Pencak Silat adalah sebuah lembaga atau Instsitusi yang harus dikelola secara professional dan bertanggungjawab.

Kebutuhan dasar dari sebuah Perguruan Silat adalah Manajeman Organisasi, dimulai dari Rapat Kerja, menentukan Visi dan Misi, melakukan pengawasan dan evaluasi dari apa yang sudah ditetapkan dan dilaksakan oleh sebuah perguruan silat.

“Diharapkan dengan mengimplementasikan managemen pada setiap perguruan silat maka dapat memperkuat dan mengembangkan perguruan silat saat ini di Indonesia,” pungkasnya. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed