by

Data Sementara 11 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor Tahun Baru

 

BOGORONLINE.COM, JASINGA – Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada saat malam pergantian tahun baru 2020, hingga awal tahun  mengakibatkan bencana banjir dan longsor di beberapa Kecamatan.

Hingga Rabu sore (1/1/20) total korban jiwa yang sampai saat ini terdata oleh Pemkab Bogor 11 orang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Bahkan, sekarang beberapa akses jalan pun terputus akibat tertutup longsoran.

“Saat ini korban ada 11 orang meninggal akibat terbawa arus deras, beberapa orang yang belum ditemukan, sementara satu orang di Jasinga, dan tiga orang di Sukajaya, ” kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan di Jasinga.

Ade juga menambahkan, untuk medannya sangat berat, bahkan wilayah Kecamatan Sukajaya terputus akses baik ke pemukiman maupun ke pemerintahan.

“Untuk rinciannya korban meninggal di  Jasinga 1, sukajaya 3, Cibeteng Udik 2, Bojonggede 1, di Desa Sukamulih 2, Harkat Jaya 1 balita,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ade Yasin menuturkan, tindakan saat ini pihak pemkab meminta bantuan ke basarnas meskipun semua pihak masih sibuk menangani Jakarta juga.

“Evakuasi sudah dilakukan sejak pagi, di Jasinga dan korban sementara tinggal di rumah saudara sementara evaluasi yg hilang belum terdetekai, belum tahu ada dimana di setiap kecamatan sudah ada posko,” tambahnya.

Dampak kerusakan kata Ade Yasin Pemkab bogor akan mengeluarkan   Biaya Tak Terduga (BTT)  tahun ini ada 25 Milyar.

“Kemungkinan BTT naik 5 milyar dulu 20 milyar nanggung 4 desa terisolir akses terputus,”ujarnya Bupati Bogor.

Sementara salah satu warga Mega (37) mengatakan saat itu hujan sejak malam hari hingga pagi hari tak tak henti-henti hingga air pada  Rabu pagi air mulai naik dan besae sehingga beberapa rumah terendam.

“Beberapa rumah di Desa Bunar terendam bukan hanya rumah warga sekolah dan pondok pesantren juga ikut terendam,” tandasnya. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *