by

Hasil Observasi Dishub: Celukan, Shelter hingga Trotoar Wajib Dibangun Mall Boxies

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor telah merampungkan observasi terhadap bangkitan lalu lintas di kawasan Jalan Raya Tajur atau tepatnya depan mal Boxies. Kegiatan observasi tersebut dilakukan selama sepekan.

Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, berdasarkan kajian andalalin, ada yang harus dilengkapi oleh pihak mall Boxies, seperti harus membangun celukan dan shelter pemberhentian angkot, juga trotoar bagi pejalan kaki.

“Hasil kajian ini juga sudah dilaporkan ke wali kota,” kata Eko kepada awak media, Rabu (22/01/2020).

Untuk pembangunan celukan, lanjut Eko, jika memungkinkan tidak menebang pohon dan teknis operasionalnya nanti bisa dikoordinasikan dengan dinas terkait. Dari kondisi di lapangan pihak mall Boxies memungkinkan untuk membangun celukan.

Ia menambahkan, bahwa pihak Dishub juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di depan mall Boxies untuk mengurai kepadatan kendaraan setiap Sabtu dan Minggu.

“Untuk mengurai crowded, kita sama-sama jajaran lain akan melakukan rekayasa lalu lintas di titik weekend. Jangan sampai nanti karena tidak ada u-turn langsung motong jalan. Itu yang menjadi stag-stag kemarin,” ungkapnya.

Soal kondisi pintu akses keluar masuk saat ini, kata Eko, sudah sesuai dengan andalalin, tapi perlu dilengkapi seperti penempatan petugas di sana. Sedangkan dua pintu lain dipersiapkan untuk situasi darurat ketika terjadi kepadatan arus lalu lintas.

“Di andalalin juga disebut ada pintu 1, 2, 3 dan 4, tapi in out memang tidak semua dipakai untuk kondisi darurat dimanfaatkan juga saat stag,” papar Eko.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD, Jenal Mutaqin tutur mengomentari terkait belum dilakukannya pembangunan celukan, shelter maupun trotoar. Ia menilai pembangunan itu dilakukan sebelum beroperasinya mal.

“Seharusnya semua pembangunan itu sudah dilaksanakan dan disiapkan sebelum operasional dijalankan. Pantas saja terjadi kemacetan, pembangunan yang berkaitan dengan andalalin-nya saja belum dibangun oleh pihak mall Boxies,” katanya.

Jenal menegaskan, belum dibangunnya fasilitas-fasilitas tersebut, berarti pihak mall Boxies telah melakukan pelanggaran, apalagi semua pembangunan ada di dalam site plan, maka wajib untuk dibangun.

“Kalau ada dalam site plan dan belum dibangun, maka itu masuk ke dalam pelanggaran berat. Pemkot Bogor jangan diam saja, harus dilakukan tindakan tegas kepada pihak mall Boxies,” kata Jenal. (hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed