by

Wartawan Bogor Bangkitkan Asa di Desa Cileuksa

BANTEN – bogorOnline.com

Malam semakin larut, awan hitam masih menyelimuti lokasi longsor di langit Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jum’at malam. Para Relawan maupun Wartawan yang datang ke lokasi sudah banyak yang pulang, namun tidak dengan Eko Hadi.

Wartawan Tv One ini, selain tugasnya sebagai jurnalis, ternyata Eko memiliki tanggung jawab lain, dia sebagai ketua Peduli Kemanusiaan (PEKA) PWI Kota Bogor dan pernah menjadi ketua tim relawan PEKA dalam penyaluran bantuan warga Bogor, pasca gempa dan tsunami di Palu, sulteng, tahun 2018 lalu.

Tanpa memikirkan kondisi setengah tubuhnya yang berlumpur, Eko bercerita tentang mimpinya yang ingin membangun sekolah darurat di Desa yang masih terisolir itu.

Desa Cileuksa sendiri berlokasi di Kecamatan Sukajaya dan hanya bisa diakses melalui Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Itu pun, harus melalui jalur Rancabebek yang berbatu dan berlumpur.

Kata dia, untuk bisa ke Desa Cileuksa harus menggunakan mobil OffRoad atau Motor Trail selama satu jam dari Puskesmas Lebak Gedong atau jalan kaki selama kurang lebih tiga jam.

“Gue punya skema baru agar kita bisa ke Cileuksa, tapi lu mau ga?,” tanya Eko Hadi, yang sudah lima hari di Desa Cileuksa ketika baru pertama bertemu dengan Tim PWI PEKA Kota Bogor yang tengah menyalurkan donasi obat-obatan dan makanan untuk Warga Desa Cileuksa.

Eko menjelaskan, Desa yang terdampak banjir dan longsor ini baru bisa diakses sejak tanggal 4 Januari 2020. Kemudian, Eko menambahkan bahwa saat ini bantuan medis dan logistik sudah aman, hanya, logistik dan tim pendidikan untuk hiburan anak-anak yang masih belum aman.

“Anak-anak ga sekolah, satu sekolah yaitu SD Cileuksa 2 hancur dan saya khawatir karena anak-anak main ke daerah-daerah longsor padahal April nanti mereka Ujian Akhir,” ungkap Eko, Jum’at (10/01/2020) malam.

Warga Desa Cileuksa Berduyun-duyun membawa bantuan yang baru saja diturunkan melalui Helikopter

Sebagai informasi, di Desa Cileuksa ada 1.261 rumah yang rusak berat, 2 orang meninggam dunia, 112 sakit, 4.174 jiwa mengungsi, 63 orang yang sedang hamil, 148 ibu menyusui, jembatan rusak 6 buah dan 4 buah mesjid yang rusak berat.

“Kemarin ada bayi berusia 10 hari yang mengungsi, masih merah,” kata Eko.

Wartawan yang juga pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor seolah tidak memiliki rasa lelah meski telah lima hari di Cileuksa dan jauh dari keluarga ini juga sudah berinisiatif mengajak anak-anak di sana bermain dan melupakan rasa sedihnya.

“Kemarin gue minta susu dari warung dan Kades yang masih ada, terus keliling rumah untuk mengumpulkan anak-anak, terus kita bermain meski sebentar, tapi itu lebih baik daripada anak-anak main di tebing-tebing. Kalau ada pensil warna, kertas menggambar, bawa deh, anak-anak di sana perlu hiburan,” papar Ketua PWI PEKA Kota Bogor.

Eko berharap, ada bantuan Tim Pendidikan yang bisa ke Desa Cileuksa karena anak-anak di Desa Cileuksa sangat butuh hiburan dan belajar mengajar.

Salah satu Pengurus PWI dan juga PWI PEKA Kota Bogor, Rahmawati Nasri menjelaskan, bahwa kedatangan Tim PWI PEKA Kota Bogor ke Korban Banjir dan Longsor pada tanggal 10 Januari 2020 ini merupakan gerakan yang kedua, setelah sebelumnya pada tanggal 5 Januari 2020 juga menyalurkan bantuan ke Desa Jayaraharja, Kampung Ciputih Tonggoh.

“Menurut penuturan kawan kami, Kang Eko, Desa Cileuksa ini masih membutuhkan bantuan, selain tim trauma healing, Warga Desa Cileuksa juga butuh bantuan tenda pleton, terpal sebanyak 300 lembar, makanan selain mie instan, kebutuhan bayi dan ibu menyusui, camilan serta obat-obatan,” kata Rahma.

Rahma menambahkan bahwa PWI Kota Bogor Peduli Kemanusiaan masih menerima bantuan bagi insan mulia yang ingin berbagi untuk Warga Desa Cileuksa. Adapun bantuan yang diterima seperti yang saya sebutkan tadi, yaitu, tenda pleton atau terpal untuk pengungsian, makanan selain mie instan, kebutuhan bayi dan ibu menyusui, camilan serta obat-obatan.

“Bagi yang mau menyalurkan donasi bisa ke Markas PWI Kota Bogor di Jalan Kesehatan Nomor 4,” tutup Rahma. (By/Hrs/Nai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed