by

Aduuhh, Satpol PP Kabupaten Bogor Dukung THM Diskotik Cileungsi?

BOGORONLINE.com, CILEUNGSI-Grand Opening Tempat Hiburan Malam (THM) EMSE Club di Ruko PTM 3 Perumahan Metland Transyogi Cileungsi, Kabupaten Bogor menuai pro dan kontra. Sebagian warga menolak dengan alasan akan menghancurkan masa depan remaja, sebagian pula mendukung karena mendapat porsi dalam usaha itu.

Bahkan, mulusnya izin yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk usaha yang akan menampilkan lagu-lagu beraliran keras tersebut, mengindikasikan ada oknum yang terlibat didalamnya. Terlihat, dengan mulusnya usaha itu tanpa kendala mencapai titik yang diinginkan, pembukaan perdana.

Penolakan warga Cileungsi atas kehadiran Diskotik EMSE Club, sangat beralasan. Tempat hiburan malam dengan musik yang dikendalikan seorang Disc Jockey (DJ), berpotensi menjadi tempat peredaran barang haram seperti miras beralkohol tinggi dan narkotika.

“Saya sebagai Warga Bogor Timur, menolak keras adanya tempat hiburan malam. Apalagi hiburan keras seperti diskotik yang baru dibuka. Saat ini, kawasan KTM telah ramai digunakan sebagai tempat hiburan berkedok hiburan keluarga, padahal didalamnya berbau maksiat,” tutur warga Cileungsi, Belong, Minggu (02/02/2020).

Ironisnya, kehadiran Satpol PP Kabupaten Bogor yang bertepatan dengan acara pembukaan diskotik EMSE, membuat heran warga sekitar. Pasalnya, aparat penegak perda itu tidak berbuat banyak sehingga terkesan ikut memeriahkan acara pembukaan.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Ruslan yang menjadi komandan berkelit. Ia menuturkan, kehadiran bersama anggotanya ke KTM untuk memantau langsung, setelah mendapat informasi dari warga.

“Saya mendapatkan informasi dari warga yang mengadu ke kantor. Katanya ada club malam yang buka di Cileungsi. Kebetulan saya beserta anggota, sedang ada tugas di Gunungputri. Makanya, saya langsung mengecek kebenarannya,” terang Ruslan pada Sabtu (01/02) kemarin.

Ia membenarkan adanya kegiatan pembukaan diskotik itu. Walau izinnya masih berupa Online Single Submission (OSS), perizinan yang terintegrasi secara elektronik, pihak Pol PP tidak melakukan penindakan. Karena, izin usaha yang dimiliki EMSE, rumah bernyanyi dan resto.

“Setelah saya cek memang benar hari ini pembukaan. Pemilik mengantongi izin OSS untuk rumah bernyanyi dan resto. Kalau kedepan ternyata ada yang menyimpang dari perizinannya, kami pasti tindak sesuai perda yang ada,” tandasnya. (soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed