by

Fahmy Alaydroes Sesalkan Pernyataan Ketua Badan Pembina Ideologi Pancasila

 

BOGORONLINE.COM, Bogor – Anggota Komisi X DPR RI , Fahmy Alaydroes menilai pernyataan Ketua Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian yang mempertentangkan Pancasila dengan Agama sebagai pernyataan tendensius, tidak masuk akal, dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Fahmy menilai, Yudian tidak memahami hubungan Pancasila dan Agama, sehingga mengeluarkan pernyataan provokatif tersebut.

“Pandangan irasional dari ketua Badan Pembina Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi yang mengatakan musuh Pancasila adalah agama justeru memperkeruh situasi dan kondisi keumatan. Pernyataan dia tendendius kepada agama Islam,” ujar Fahmy, saat menyampaikan materi 4 pilar/konsensus kebangsaan Selasa (11/02) di Gedung Yayasan Dharmais Sukasari, Bogor, acara tersebut dihhadiri lebih dari 100 peserta siswa SMA dan Mahsiswa. Fahmy menerangkan tentang esensi Pancasila dan hubungannya dengan agama.

“Tidak perlu lagi mempertentangkan atau memperdebatkan antara Pancasila dan Agama,” Fahmy Alaydroes, Anggota Komisi X DPR RI

 

Menurut Fahmy, Pancasila adalah dasar negara dan merupakan resultante perdebatan panjang dan sangat argumentatif serta penuh dengan semangat kebangsaan. Pancasila menjadi acuan bagi semua anak bangsa untuk hidup bersama dalam spirit nilai-nilai agama yang diyakini. “Tidak perlu lagi mempertentangkan atau memperdebatkan antara Pancasila dan Agama,” katanya

Fahmy sangat menyesalkan pandangan yang aneh, ahistoris dan justru bertentangan dengan Pancasila justru datang dari ketua Badan Pembina Idioologi Pancasila. Padahal, lanjut dia, Pancasila lahir dari nilai-nilai agama dan budaya bangsa. Bahkan, Pancasila menjadi landasan yang kokoh bagi semua pemeluk agama untuk menjalankan ajaran agamanya.

“Tuduhan yang sarat fitnah dan berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Kenyataannya, tidak ada yang memaksakan kehendak, tidak ada yang melabrak nilai-nilai Pancasila, bahkan berkumpul dan menyatakan pendapat, mendukung salah satu pihak dalam kontestasi politik itu semua wujud dari demokrasi yang dilindungi Konstitusi dan  sesuai spirit Pancasila,” katanya

Sebelumnya, seperti dilansir media online nasional, Ketua BPIP, Yudian Wahyudi menyebut bahwa belakangan juga ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Mereka antara lain membuat Ijtima Ulama untuk menentukan calon wakil presiden. Ketika manuvernya kemudian tak seperti yang diharapkan, bahkan cenderung dinafikan oleh politisi yang disokongnya mereka pun kecewa.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” papar Yudian yang masih merangkap sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Jogjakarta.

Sebagai kelompok mayoritas yang sebenarnya, ia melanjutkan, NU dan Muhammadiyah mendukung Pancasila. Kedua ormas ini tak pernah memaksakan kehendak.  (bo/dtc)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed