by

Kelurahan Empang Bentuk Tim Kecil untuk Bantu Warga Terdampak Jalur Ganda

BOGORONLINE.com, Bogor Selatan – Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor membentuk tim kecil untuk warga terkena dampak rencana pembangunan jalur ganda kereta Bogor – Sukabumi di wilayahnya.

Lurah Empang, Harry Cahyadi mengatakan, tim kecil yang melibatkan pihak kelurahan hingga tingkat RW dan RT sengaja dibentuk melalui berbagai pertimbangan dan melihat kondisi di lapangan.

“Tim kecil yang bentuk juga untuk membantu dan memfasilitasi warga yang terkena dampak dari rencana proyek pembangunan double track di wilayah kami,” kata Harry, Kamis (20/02/2020).

Sebagai representasi pemerintah daerah, lanjutnya, maka aparatur wilayah melalui pihak kelurahan berkewajiban untuk hadir memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga tanpa terkecuali.

“Di situlah peran tim kecil ini berfungsi dan mencoba memberikan keamanan dan kenyamanan untuk seluruh warga, dalam hal ini khususnya untuk mereka yang terdampak pembangunan double track,” tambahnya.

Ia menjelaskan, bahwa jumlah warga yang terdampak Kelurahan Empang ini menjadi yang terbesar di antaranya tujuh kelurahan lain di Kecamatan Bogor Selatan. Setidaknya ada 800 unit bangunan yang terkena dampak jalur ganda tersebut.

“Jika diasumsikan satu bangunan dihuni oleh minimal dua jiwa saja itu berarti total keseluruhannya bisa mencapai 1.600 orang. Satu bangunan itu bahkan ada yang dihuni oleh dua kepala keluarga. Jumlah ini tentunya sangat besar,” ucapnya.

Sejauh ini, masih kata Harry, sudah ada beberapa warga terdampak yang melakukan pengadaan tanah secara mandiri. Namun begitu, ia belum mengetahui jadwal pembayaran kompensasi untuk warga terdampak di wilayahnya.

Sebelumnya, Camat Bogor Selatan, Hidayatulloh mengatakan, dari tujuh kelurahan yang terkena dampak jalur ganda, warga yang berada di Kelurahan Cipaku, Genteng, Bondongan, Lawang Gintung dan Kertamaya telah menerima pembayaran kompensasi pada tahap pertama. Sedangkan dua kelurahan, yakni Kelurahan Empang dan Batutulis pada tahap dua di tahun ini.

Berkaitan hal ini, Pemerintah Kota Bogor berencana akan menyinergikan dengan program Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya (BSPS) Kementerian PUPR untuk warga terkena dampak jalur ganda. Menanggapi hal ini, Hidayatulloh mengatakan, pihaknya melalui kelurahan sedang memroses pendataan warga yang ikut program tersebut.

“Kita sedang mendata bagi teman-teman yang merelokasi mandiri dan diusulkan melalui kelurahan tahun ini. Yang kita usulkan untuk BSPS ada sekitar 140. Jadi ada dua titik lokasi di Bojongkerta 77 KK dan Pamoyanan sementara 63 KK. Mereka mengadakan tanah sendiri,” tandasnya waktu itu. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed