by

Banjir dan Longsor Sisakan Sekolah Rusak, Fahmy Minta Kerjasama Pusat dan Daerah

BOGOR – Banjir dan longsor yang terjadi di awal tahun 2020 berdampak juga apda penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Bogor. Bencana yang terjadi dibeberapa lokasi Kabupaten Bogor tersebut, membuat banyak gedung sekolah rusak. Masalah ini menambah peliknya upaya bagi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mewujudkan wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Fahmy Alaydroes ditengah kunjungannya ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Kamis (5/3/2020). “Masalah ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah, karena pendidikan merupakan hal paling mendasar dalam pembangunan nasional,” katanya.

Kunjungan dalam rangkaian Reses tersebut, Fahmy Alaydroes bertemu langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabiaten Bogor, Entis Sutisna.

Dalam pertemuan tersebut, pokok pembicaran terkait dengan persoalan pendidikan di kabupaten bogor. Dengan tingkat pendidikan masih 8,6 tahun (setara kelas 2 SMP), Visi Pendidikan Kabupaten Bogor yang merujuk kepada Pancakarsa, yang salah satunya “Bogor Cerdas”. “Persoalan yang dihadapi Dinas Pendidikan banyak, terutama masalah kompetensi Guru, dan kesejahteraan Guru Honorer. Yang juga perlu mendapat perhatian adalah sarana prasarana sekolah yang masih sangat memerlukan bantuan dari pemerintah Pusat. Apalagi setelah terjadi bencana tanah longsor dan Banjir. Banyak gedung sekolah yang rusak dan tidak layak digunakan,” kata Entis, Kadisidik Kabupaten Bogor.

 

Selain ke Disdik, Fahmy juga menyempatkan diri mengunjungi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Fahmy Bertemu dengan Sekretaris BPBD, Budi Pranowo dan jajarannya. Beliau menjelaskan detail struktur organisasi dan tugas-tugas utama BPDB Kabupaten Bogor. Intinya, mereka bertanggung jawab dalam hal mitigasi (kesiap siagaan menghadapi bencana/pra bencana), kesigapan tanggap bencana (tanggap darurat ketika terjadi bencana yg meliputi tindakan rescue, pencarian dan pertolongan korban), dan rekonstruksi dan rehabitasi pasca bencana.

Dalam kesempatan itu juga, Sekretaris menyampaikan dampak bencana banjir dan longsor yang baru-baru ini menimpa wilayah barat kabupaten seperti Jasinga, Sukajaya, Cigudeg, dan sebagian wilayah Timur seperti Bojongkulur. “Sampai saat ini bantuan pangan , tempat tinggal, pendidikan, kesehatan masih terus dilakukan untuk wilayah di sekitar Sukajaya yang masih banyak warga yang hidup di pengungsian, di hunian-hunian sementara. Ada 19 ribuan pengungsi yang harus direlokasi. Pemerintah sedang menyiapkan lahan baru yang relatif aman dan akan dibangun rumah-rumah permanen di sana,” paparnya (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed