by

Ketua Komisi IV Minta Bupati Bogor Perhatikan Pesantren

BOGORONLINE.com, CILEUNGSI – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Muad Khalim meminta pemerintah memperhatikan pesantren terkait merebaknya Corona Virus Desease (Covid) 19. Pasalnya, imbauan yang dikeluarkan Bupati Bogor Ade Yasin belum sampai ke pondok pesantren.

Menurut dia, sistem asrama di pesantren berpotensi tertular Covid 19 lantaran jenjang sekolah itu sering dikunjungi keluarga. Sehingga perlu himbauan dan sosialisasi kepada pengasuh pondok dan santrinya. Apalagi, jumlah pesantren di Kabupaten Bogor sangat banyak.

“Para pengasuh dan asatidz serta pengurus pondok pesantren, harus diajak ambil bagian dalam ikhtiar pencegahan virus yang kini terus menebar ancaman kematian,” kata Muad Khalim kepada wartawan di Cileungsi, Minggu (15/3).

Lanjut dia, untuk memastikan aksi pencegahan pandemi Covid-19, dapat dilakukan secara terukur, sesuai dengan kebijakan nasional yang telah ditetapkan Presiden Jokowi. Maka, dianggap perlu himbauan Bupati jangkauannya diperluas.

“Apa yang dilakukan Bupati dengan memindahkan kegiatan belajar mengajar dari sekolah ke rumah sangat tepat. Langlah ini harus didukung semua pihak, karena keamanan dan keselamatan jiwa, adalah prioritas,” lanjutnya.

Ditambahkan, pesantren sangat terbuka bagi pengunjung yang menengok keluarganya. Sehingga berpotensi pula tertular virus. Biasanya para santri di satu pesantren, berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat. Bahkan, ada yang berasal dari luar Jawa.

Untuk itu, Politisi PDIP ini meminta Bupati agar memberi perhatian terkait Covid 19 kepada pondok pesantren. Karena tidak sedikit pengasuh pondok pesantren yang butuh pengetahuan tentang mitigasi wabah itu.

“Bupati harus memberi perhatian dan pemahaman kepada teman-teman pengasuh dan santri pondok pesantren terkait wabah virus ini,” tandasnya.

Wakil Rakyat yang berasal dari Dapil II ini, juga ikut menghimbau agar santri yang ada di dalam pesantren tidak pulang dulu. Begitu juga kepada orang tua yang ingin menjenguk anakanya sebagai santri/santriwati agar ditunda dulu kunjungannya.

“Kepada pengasuh pondok pesantren saya himbau agar tidak mengijinkan santri dan santriwati pulang ke rumah. Begitu juga, untuk sementara orang tua dan keluarga menunda kunjungan. Semua ini untuk kebaikan kita bersama,” imbuhnya. (soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed