by

Bersama Pengurus Unit Pasar, Pedagang Pasar Cicangkal Rumpin Komitmen Melawan Covid19

BOGORONLINE.com, RUMPIN – Para Pedagang Pasar Tradisional Cicangkal Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor berkomitmen bersama pengurus unit Pasar Cicangkal mendukung imbauan pemerintah tentang protokol kesehatan pencegahan wabah virus corona (Covid-19).

“Kita mengikuti imbauan pemerintah, dari jam operasional buka tutupnya toko dan satu sama lain para pedagang saling membangun kesadaran mengikuti protokol kesehatan covid-19, dan meng imbau juga ke pengunjung, “kata Furkon Fahrid (37), pedagang sepatu Jumat 15/05/2020.

Furkon berharap, pemerintah segera menuntaskan permasalahan wabah covid 19, agar secepatnya corona ini punah. Pasalnya, pandemi covid 19 berpengaruh pada penurunan omset mencapai 50 persen.

“Upaya kita para pedagang bersama pihak keamanan dan jajaran pengurus unit pasar terus melakukan pencegahan di area pasar Cicangkal, dari pembagian masker kepada pengunjung hingga penyemprotan cairan disinfektan secara rutin,” imbuhnya.

Sementara itu Danru Keamanan Regu Siaga, Edo mengatakan, pihaknya semenjak kali pertama ada imbauan dari pemerintah langsung melakukan berbagai langkah protokol kesehatan, salah satunya bersama para pedagang mulai aktif melakukan penyemprotan cairan disinfektan di area pasa Cicangkal ini.

“Penyemprotan disinfektan kita kerja sama dengan para pedagang itu rutin dari satu minggu kita melakukan 3 sampai 4 kali penyemprotan, dan kita sudah menyiapkan alat cuci tangan ada di 4 titik 2 belakang dan 2 di depan, “tambah Edo.

“Kita juga mengimbau setiap harinya, bagi para, pengunjung pasar dan para pedagang untuk mentaati menggunakan masker dan alhamdulilah 90 persen pedagang sudah mentaati menggunakan masker, “tuturnya.

Di tempat yang sama, Amdan, Kaur Tata Usaha Unit Pasar Cicangkal mengatakan, sesuai dengan intruksi Bupati Bogor terkait pencegahan covid 19 di area pasar tradisional pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepara pedagang dan pengunjung.

“Lebih kejar tayang, para pedagang maksimal tutup jam 14. 00 WIB, bahkan pintu parkir dari 13.30 WIB, sudah tutup total, sehingga tidak ada yang masuk kembali, biarpun andai kata ada pedagang yang buka tapi tidak ada pengunjung yang masuk,” terangnya.

Ia menambahkan penyemprotan disinfektan dilakukan satu minggu sekali, kemudian adanya kekompakan swadaya pedagang akhirnya penyemprotan bisa rutin seminggu 4 kali.

“Penyemprotan disinfetan ini sudah dilakukan secara rutin sebelum adanya penerapan sosial berskala besar (PSBB). Kita selama itu baik dan tidak keluar dari anjuran pemerintah, kita selalu beriringan bersama pedagang melawan covid 19, ” pungkasnya. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed