by

ISU UANG KERTAS PENYEBAR VIRUS COVID 19 DAN AGENDA GANTI MATA UANG DIGITAL SEJAK 1988

Geopolitik Geoeconomy Conspirasy

Oleh : Kurniawan Nata Dipura
Editor : Saeful Ramadhan

Menarik.. Isu Virus Corona ini disertai pernyataan bahwa Fiat Money adalah salah satu sarana yang bisa menyebarkan virus itu, dimana penggunaannya sebaiknya dipindahkan pada bentuk pembayaran digital.

Adalah sebuah agenda yang direleased sejak 1988, sebuah wacana dimana minimal di tahun 2018 mata uang dunia sudah ada dalam satu alat pembayaran saja. Apakah Corona ini kelak akan menjadi salah satu cara untuk menggantikan fungsi Fiat Money itu..?? Pax Brittanica-Pax Americana-Pax Judaica, dimana persiapan Third Temple nya Zio sudah sedemikian matang, wallahu alam..

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta semua orang untuk segera mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan uang tunai. Anjuran ini dikeluarkan setelah virus corona SARS-CoV-2 menyebar ke puluhan ribu orang di seluruh dunia dengan sangat cepat. Ada kemungkinan, infeksi mematikan dari penyakit Covid-19 dapat berpindah melalui uang tunai. ” Uang tunai sering berpindah tangan, dan di sana ( uang kertas) bisa jadi sarang berbagai bakteri dan virus,” kata juru bicara WHO seperti dilansir New York Post, Minggu (8/3/2020). “Kami menyarankan semua orang untuk segera mencuci tangan setelah memegang uang kertas dan jangan menyentuh wajah,” imbuh WHO.

Pengawas kesehatan internasional menambahkan, jika memungkinkan, sebaiknya gunakan pembayaran non-tunai. Namun, WHO mengklarifikasi bahwa hal ini bukan untuk menyarankan orang untuk menghentikan pemakaian uang kertas. “WHO tidak mengatakan uang kertas dapat menularkan Covid-19, kami juga belum mengeluarkan peringatan atau pernyataan tentang ini,” kata juru bicara WHO Fadela Chaib kepada MarketWatch. “Kami ditanya apakah uang kertas dapat menularkan Covid-19, dan kami mengatakan bahwa semua orang harus mencuci tangan setelah memegang uang, terutama jika memegang atau akan makan,” imbuh Chaib.
Sementara itu, kekhawatiran tentang penyebaran virus corona melalui uang kertas telah mendorong museum Louvre di Paris untuk tidak menerima pembayaran dengan uang tunai selama wabah. Museum hanya akan menerima pembayaran kartu kredit sebagai bagian dari upaya untuk melindungi staf dari pengunjung yang mungkin terinfeksi.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, mengatakan virus corona bisa saja menular melalui uang kertas, karena kemampuannya dalam bertahan hidup di atas permukaan.

Penularan corona ini adalah melalui droplet. “Jadi ketika saya berbicara itu ada percikan. Percikan seperti itulah bisa menular apabila mengandung virus,” kata Prof Ari dalam konferensi pers daring FKUI Peduli Covid-19, Jumat (20/3/2020). Dikutip dari detikcom.

“Misalnya kita terpercik pada uang kita, nah tinggal berapa lama uang ini. Kalau dalam hitungan menit kemudian uang itu dipegang lagi oleh orang lain, kemudian orang tersebut langsung menggaruk hidungnya, ada potensi itu bisa menular,” lanjutnya.

Namun Prof Ari juga menjelaskan meski bisa menular melalui uang kertas, virus corona tidak akan bisa bertahan hidup dalam waktu yang lama di atas permukaan. “Tapi kalau uang itu sudah lama berada di dompet, saya rasa kita tidak usah takut,” pungkasnya.

Sementara itu, dikutip dari tagar.id, Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia Berry Juliandi tidak memungkiri ada kemungkinan bagi seorang yang telah terinfeksi Covid-19 dapat menularkan virus corona ke orang lain melalui medium uang kertas.

Menurutnya, virus corona dapat bertahan pada media apapun termasuk kertas, selama media tersebut tidak memiliki penghancur kelompok senyawa organik.

“Iya bisa, virus corona di uang kertas saja bisa bertahan, di media apapun selama tidak menghancurkan kapsul proteinnya. Kalau dia mendarat di tempat yang tidak punya penghancur protein, dia bisa bertahan,” ujar Berry.

Virus dapat bertahan lama tergantung dari proses yang tergantung dari proses yang terjadi di media tempat virus bersarang. Apabila media seperti uang kertas disimpan di tempat yang jauh dari paparan sinar matahari, ada kemungkinan virus dapat mengendap kian lama.

“Bisa bertahan lama, tergantung kertas itu mengalami apa. Misal kalau kena matahari, sinar ultraviolet itu bisa menghancurkan RNA (asam ribonukleat)-nya,” ujar Berry.

Sehubungan dengan peryebaran virus corona yang kian meluas, Berry menyarankan masyarakat untuk mengalihkan sistem pembayaran dengan memanfaatkan keberadaan uang elektronik, untuk meminimalisir penularan virus melalui uang kertas.

bersambung

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed