by

Bank Indonesia dan Pemkot Bogor Perkuat Program Masyarakat Peduli Inflasi

BOGORONLINE.com, Bogor Timur – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapatkan bantuan dari Bank Indonesia Jawa Barat. Pemberian bantuan tersebut sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat. Bantuan yang diberikan di antaranya cold storage, 500 paket sembako, 500 paket APD dan urban farming di 7 KWT.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto mengatakan, Bank Indonesia Jawa Barat bekerja sama dengan pemerintah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, terus berupaya menjaga denyut nadi perekonomian, daya beli masyarakat dan ketersediaan bahan pangan.

Sejalan dengan upaya percepatan pemulihan ekonomi melalui strategi yang berkesinambungan dan tersinergi dengan baik, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor terus memperkuat program Masyarakat Peduli Inflasi dalam bentuk urban farming.

“Urban farming yaitu pemanfaatan lahan terbatas di kota Bogor, khususnya daerah perkotaan untuk pertanian konvensional yang dikonversi menjadi lahan pertanian produktif hijau,” kata Herawanto.

Program urban farming yang saat ini dikembangkan merupakan konsep ekosistem terpadu antara sistem budidaya ikan air tawar dengan konsep aquaponic sederhana yaitu Budi Daya Ikan dalam Ember (BUDIKDAMBER) berupa ikan lele yang terintegrasi dengan sistem produksi sayuran yaitu kangkung.

“Selain masyarakat dapat memenuhi kebutuhan protein dan nabati secara mandiri, dalam skala yang lebih besar, aktivitas urban farming ini dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan guna menopang konsumsi dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Hal ini juga, kata Herawanto, sejalan dengan upaya menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pada penerapan tatanan “Adaptasi Kebiasaan Baru”.

Tidak hanya di Kota Bogor, sambungnya, penguatan program Masyarakat Peduli Inflasi dalam bentuk urban farming ini, juga telah dilakukan di Kota Bandung dan menyusul di tiga kota penyumbang inflasi Jawa Barat lainnya yaitu Bekasi, Depok dan Sukabumi.

Lebih lanjut kata Herawanto, mengacu pada Roadmap Pengendalian Inflasi daerah yang meliputi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, program kerja TPID Provinsi Jawa Barat tahun 2020, juga mencakup upaya optimalisasi pengelolaan pasar sebagai bagian dari fungsi stabilisasi harga.

“Dengan mempertimbangkan perkembangan harga komoditas volatile food seperti daging ayam ras, ikan segar, daging sapi yang cukup fluktuatif dan berkontribusi besar terhadap perkembangan inflasi Kota Bogor, ketersediaan pasokan komoditas tersebut perlu dikelola dengan baik,” tandasnya.

Atas dasar kondisi tersebut, dalam kerangka kerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya, Rabu (15/7/2020), Bank Indonesia Jawa Barat memberikan bantuan berupa fasilitas 3 (tiga) unit cold storage sebagai bagian dari solusi manajemen logistik Kota Bogor.

Keberadaan cold storage tersebut diharapkan dapat menjadi media pengelolaan buffer stock stabilitas harga komoditas di pasar dapat terjaga dengan baik.

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan Bank Indonesia terhadap penerapan protokol kesehatan di era “Adaptasi Kebiasaan Baru”, Bank Indonesia Jawa Barat kembali memberikan bantuan berupa 500 (lima ratus) paket sembako dan Alat Pelindung Diri (APD).

Penyerahan bantuan yang dilakukan di kediaman wali kota Bogor disaksikan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat berserta jajaran SKPD Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, bahwa dalam kondisi seperti ini mulai membangun sistem dan kulturnya sehingga dua dimensi.

“Tadi bisa kita pecahkan solusinya secara ekonomi jelas ini harusnya bisa menguntungkan taraf kesejahteraan satu bisa menyingkat rantai produksi kedua alternatif penghasilan bagi warga,” katanya.

Bima Arya juga mengatakan pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Bank Indonesia Jawa Barat

“Saya berterimakasih kepada bank Indonesia untuk membantu kwt di Kota Bogor ini,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa di lahan KWT Enam ini pengurus KWT sangat bersemangat.

“Ini untuk mencontohkan kepada warga di era pandemi ini selalu ada berkah dibalik musibah, setelah itu baru di dimensi ekonomi ini rantai produksinya rantai makanan dan juga opsi penambahan penghasilan bagi warga,” tandasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed