by

Nasabah Tuntut Bank BRI Parungpanjang, Pulihkan Blacklist di OJK

BOGORONLINE.com, PARUNGPANJANG – Sejumlah nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Parungpanjang di Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor, menuntut pihak bank tersebut segera menyelesaikan permasalahannya. Mereka, (Nasabah) berharap pihak bank segera melakukan pemulihan blacklis di otoritas jasa keuangan (OJK).

Demikian hal itu dikatakan Firmansyah Bayumi L,S.H selaku kuasa hukum para nasabah bank BRI Parungpanjang saat ditemuai sejumlah wartawan di kantornya tapatnya di Perumnas Parungpanjang Kecamatan Parungpanjang, Senin (14/7/2020).

Firman juga mempertanyakan pertanggung jawaban pihak menagemen Bank BRI Parungpanjang terhadap para nasabah yang saat ini masi bersetatus blacklist oleh OJK.

Menurutnya, para nasabah meminta BRI untuk bersikap dan berkata jujur mengenai agunan nasabah, ada atau tidak. Jangan sampai nasabah malah tambah dirugikan.

“Kemudian bagaimana status data atau nama para debitur yang namanya sudah di salahgunakan oleh BRI, karena status di OJK masih blacklist,” paparnya.

Lanjut Firman menuturkan, tuntutan dari salah satu nasabah berinisial DI sudah masuk pokok perkara di Pengadilan Negeri Cibinong, namun pihak BRI memberi alasan pihak BRI tidak pernah memberikan anggunan atau BRI tidak mewajibkan meminta anggunan ke nasabah.

“Namun kondisi di lapangan anggunan tersebut di pintakan, oleh pegawai bank sebagai bentuk tanggung jawab nasabah untuk membayar angsuran mereka. Sebetulnya ini melanggar aturan, karena KUR itu untuk masyarakat tidak mampu,” terangnya.

Firman menambahkan, para nasabah menuntut pihak bank BRI segera melakukan tindakan kerugian yang dialami oleh nasabah secara materil, berupa anggunan, imaterilnya nama baik.

“Dan itu berdampak pada usaha usaha nasabah yang bangkrut karena memikirkan anggunan dan tidak bisa melakukan pinjaman anggunan lagi karena masi di blacklist oleh OJK dan otomatis usaha mereka turun disaat kondisi pandemi covid-19 sekarang ini,” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut kepala unit BRI Parungpanjang, belum bisa untuk ditemui sejumlah wartawan karena, belum mendapatkan persetujuan dari BRI Pusat.

Berdasarkan keterangan petugas scurity BRI Parungpanjang saat di temui, ia mengatakan, saya diperintahkan disini tidak bisa ada pengambilan gambar terkait masalah ini, saya juga tidak tahu alasannya apa.

“Kalau bapak beberapah hari kebelakang sibuk sekarang ada, tapi beliau tidak bisa ditemui karena belum ada konfirmasi dari BRI Pusat, saya tidak tahu alasanny apah, saya hannya menjalan tugas,” kata dia menutup. (Mul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed