by

Jika Bandel, Warga Ancam Tutup Paksa Kandang Ayam Gobang

BOGORONLINE.com, TANJUNGSARI – Warga Desa Buanajaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor mengultimatum pengusaha kandang ayam di Kampung Gobang. Warga meminta agar usaha milik Warga Jakarta yang tidak berizin itu, menghentikan semua kegiatan sampai ada kejelasan legalitas sebagaimana aturan yang ada. Kalau masih beroperasi, warga mengancam, akan melakukan aksi penutupan paksa.

Pernyataan penutupan paksa telah disampaikan warga kepada pihak Kecamatan Tanjungsari. Camat Sutisna didampingi Kanit Trantib Tatang Rahmat telah menerima perwakilan warga, Angga Dhita Erlangga di ruang kerjanya, Senin (10/8) kemarin.

“Saya sudah menghadap pak camat, menyampaikan kekecewaan warga. Kami sudah tidak ada tawar menawar lagi, kandang harus tutup sampai ada kejelasan legalitas. Kalau masih beroperasi, warga mengancam akan menutup paksa,” kata perwakilan warga Angga Dhita Erlangga melalui sambungan telephone, Rabu (12/8).

Hal itu dilakukan karena pihak perusahaan terkesan membandel. Pasalnya, surat teguran Trantib Tanjungsari Nomor 300/220 – trantib yang dilayangkan kepada pengusaha tidak digubris.

“Padahal, surat trantib tersebut menjadi pertimbangan warga, sehingga menunda melakukan tindakan penutupan paksa. Dengan masih beroperasinya perusahaan itu, kami minta pihak kecamatan menyurati Satpol PP Kabupaten Bogor guna penanganan lebih lanjut,” lanjut Angga.

Terpisah, Camat Tanjungsari membenarkan, perwakilan warga telah menghadap. Warga meminta agar perusahaan mengikuti aturan yang ada. Karena itu, pihak kecamatan berjanji akan menyurati Satpol PP Kabupaten Bogor agar dilakukan penangan sesuai aturan yang berlaku.

“Betul, perwakilan warga telah menghadap. Warga menyampaikan permasalahan yang terjadi di wilayahnya. Kami akan menyurati Satpol PP kabupaten guna penanganan selanjutnya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Unit Trantib telah mengirim surat teguran 2 kepada pengusaha. Surat bernomor 300/220 -Trantib, meminta agar menghentikan kegiatan ternak karena tidak mengantongi surat keterangan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Sampai berita ini ditayangkan, pemilik perusahaan, Roosdiana warga Jakarta Selatan belum bisa dikonfirmasi terkait perijinan kandang miliknya. “Pemiliknya jarang kesini, penanganan diserahkan kepada pengurus RT,” tutur salah satu warga yang tidak menyebutkan jatidirinya. (Soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed