by

Pendapatan Perumda PPJ Bergerak Membaik

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Sempat merosot saat merebaknya pendemi Covid-19, pendapatan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor kini bergerak membaik.

Direktur Operasional (Dirops) Perumda PPJ Kota Bogor, Denny Ari Wibowo mengatakan, saat ini ada peningkatan pendapatan dari tiga bulan terakhir sudah hampir 100 persen. Namun ada beberapa pasar yang belum memenuhi target, seperti Pasar Kebon Kembang.

“Untuk pasar yang menjual bahan pokok cenderung menanjak, kalau pasar yang fashion tidak bisa. Pasar Bogor sudah normal karena kebutuhan pokok sebagian besar komoditinya dan Pasar Gunung Batu sudah normal,” ungkap Denny, pada Kamis (13/9/2020).

Denny mengatakan, pasar yang paling naik dari target pendapatan setiap bulannya, adalah Pasar Bogor di angka 160 persen. Selanjutnya, Pasar Merdeka yang naik 70 persen dan Pasar Devris 27 persen.

Khusus Pasar Devris, lanjut Denny, selain upaya menggencarkan pembayaran di kios-kios yang sulit bayar, ada juga langkah kedepan akan diperbaikinya tangga di bagian depan.

Hal lain, masih kata Denny, untuk mendorong kenaikan pendapatan perusahaan, penataan Non Kios Non Los (NKL) hingga akan diterbitkan KisTB bagi pedagang NKL yang ada di auning, seperti Merdeka, Sukasari, Jambu Dua dan Kebon Kembang.

“Ini meningkatkan pendapatan sekitar 10 persen di pasar-pasar yang ada NKL. Untuk data NKL Pasar Sukasari 120 NKL, pasar Merdeka 119 NKL, Jambu Dua 140 NKL dan Kebon Kembang 33 NKL,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kanit Pasar Baru Bogor, Untung Tampubolon mengatakan, pendapatan Pasar Bogor melebihi proyeksi karena mengoptimalkan penagihan terhadap tunggakan Hak Guna Pakai (HGP), dan bisa tertarik sampai 162 persen pada Juli 2020 kemarin.

“Ini tahap pertama. Kita sebelumnya telah memberikan surat pemberitahuan terlebih dulu. Sekarang masuk ke tahap dua untuk penyampaian surat pemberitahuan ke pedagang,” kata Untung.

Selain dari itu, sambungnya, pendapatan mengalami peningkatan dari invoice di lantai 3, tempat yang disediakan untuk pedagang Jalan Bata dan Lawang Seketeng. Invoice ini sudah diberlakukan tapi belum untuk sewa tempat.

Dijelaskan, untuk sewa tempat rencananya akan diberlakukan bulan depan atau September 2020. Pemberlakuan sewa juga tidak per tahun melainkan per bulan agar tidak memberatkan pedagang di lantai 3 ini.

“Pendapatan juga meningkatkan dari parkir. Tapi dari semua, di Pasar Bogor paling besar potensinya dari HGP atau sewa kios pedagang,” pungkasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed