by

Ade Yasin Lantik Komisioner KPAD

 

BOGOR – Bupati Bogor, Ade Yasin melantik 9 Komisioner Komisi Perlindungan Anak (KPAD) Kabupaten Bogor, Senin (9/11). Ade menilai, peranan KPAD sangat penting karena kasus kekerasan anak cenderung meningkat terutama selama Pandemi Covid-19.

Para komisioner yang dilantik yakni Jacobus Jopie Gilalo, Waspada, Erwin Suriana, Sofian, Heni Rustiani, Wita Hastuti, Andika Rachman, Asep Saepudin dan Hendra Bachtiar.

“Penting. Terutama bagaimana KPAD ini memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terutama di masa pandemi seperti saat ini,” kata Ade Yasin usai pelantikan di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor.

Menurut Ade, kekerasan terhadap anak di tengah Pandemi Covid-19 diprediksi meningkat. Banyak faktor yang menjadi penyebab. Seperti masalah ekonomi yang kian sulit belakangan ini.

“Banyak hal (faktor,red), jadi saya minta KPAD bekerja maksimal dan sesegera berkoordinasi dengan dinas terkait yang konsen menghadapi permasalahan anak, tentunya semuanya harus sejalan,” ucapnya.

Berdasarkan data kasus kekerasan anak periode 2015-2019, setidaknya ada 608 kasus kekerasan anak termasuk kekerasan seksual pada anak.

“Tugas berat menanti kedepan, sangat berat karena dengan luas wilayah yang sangat besar, dan penduduk 6 juta jiwa, paling banyak se-Indonesia. jadi harus siap dihadapi oleh KPAD,” katanya.

Terlebih dengan pemerintah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada anak selama pandemi Covid-19, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Di masa pandemi ini mungkin banyak yang tidak terlihat oleh kita karena mereka di rumah. Nah ini yang harus kita perhatikan, bagaimana anak bisa terlindungi,” tegasnya.

Selain faktor ekonomi, ada juga kasus yang menyebabkan terjadinya kekerasan pada anak yakni karena memang tabiat orang tua sendiri, kejenuhan, termasuk karena faktor pernikahan di bawah umur.

Sementara itu, Sekretaris KPAD Kabupaten Bogor, Erwin Suriana mengatakan, KPAD Kabupaten Bogor akan melakukan konsolidasi sebagai langkah awal, serta melakukan koordinasi dengan perangkat daerah termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (KPAD), dan sebagainya.

Kemudian ke depannya tentunya bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Salah satunya, melalui program kabupaten ramah dan layak anak.

“Kita menyiapkan juga konsep ke depannya, bagaimana KPAD menjadikan anak kabupaten Bogor, sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” katanya.

Setelah melakukan konsolidasi, KPAD selanjutnya akan roadshow ke daerah lain untuk studi banding, baik kaitan penanganan kekerasan seksual, dan penanganan kekerasan anak saat pandemi Covid-19.

“Terlebih tadi bupati berbicara pandemi, sekarang fokusnya ke sana, karena sekarang umpamanya anak ada yang trauma ketika orang tua kena covid dia tidak boleh menjenguk dan lainnya, itu kejadian, dan menjadi goncangan jiwa anak. Itu yang sering terjadi,” jelasnya.

Belum lagi anak yang terkonfirmasi Covid-19, tentunya KPAD berupaya melakukan pencegahan.

“Kita bareng-bareng dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB),” ucapnya.

Apalagi, pekerjaan rumah KPAD selain kekerasan anak juga, harus menangani diskriminatif, bullying, dan banyak lagi. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *