by

Pengelolaan Sampah Masih Buruk, Pembangunan Tidak Berbasis Data

CIBINONG – Periode Pemerintahan Ade Yasin-Iwan Setiawan genap dua tahun pada 30 Desember mendatang. Mengusung visi mewujudkan Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman, dan Berkeadaban, Pemerintahan Ade Yasin-Iwan Setiawan mencetuskan Pancakarsa untuk mewujudkan visinya tersebut. Ada 32 indikator yang dijadikan tolak ukur keberhasilan program yang mereka kerjakan. Lalu sejauh mana capaian dua tahun pemeriintahan Ade Yasin-Iwan Setiawan?

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappendalitbang) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra mengatakan, dua tahun kepemimpinan Ade Yasin-Iwan Setiawan ada 17 indikator yang tingkat pencapaiannya sudah 100 persen. Sejumlah indikator lainnya ada yang capaiannya sudah 90 persen.

“Pemerintahan Ade Yasin-Iwan Setiawan sudah cukup maksimal, kinerja dan hubungan instansi dan kelembagaan juga terjalin harmonis,” ujarnya, disela acara diskusi media yang di gelar Yayasan Visi Nusantara, Rabu (16/12/2020).

Soal program kerja, lanjutnya Pemerintahan Ade Yasin pada APBD 2019, hanya melanjutkan periode sebelumnya. Program Pancakarsa, baru bisa diprogramkan pada APBD Perubahan. “Sementara di 2020 kita menghadapi pandemi covid-19, meskipun itu tidak boleh juga kita jadikan alasan,” katanya.

Namun, Suryanto juga tidak memungkiri ada sejumlah indikator yang capaiannya masih jauh dari target yang direncanakan, salah satunya pengelolaan sampah.
“Untuk sampah kita memang terkendala karena hari ini hanya ada satu TPST di Galuga. Sementara pembangunan TPST di tempat lain juga belum terlaksana,” katanya.

Terbatasnya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu menurut Suryanto, menjadikan pengelolaan sampah tidak optimal. Armada pengangkut sampah juga masih belum memadai.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menilai, visi Ade Yasin-Iwan Setiawan boleh dibilang luar biasa. Rudy juga menilai Ade Yasin sosok pemimpin yang tangguh. Penilaian tersebut tak lepas dari banyaknya ujian yang dilewati Ade Yasin semenjak menjadi Bupati. “Hanya saja harus diakui sistemnya masih belum begitu baik, jadi masih banyak program yang belum tercapai,” katanya.

Visi Misi yang disampaikan pemerintah, lanjutnya juga tidak memotret potensi yang dimiliki Kabupaten Bogor. “Bagaimana mungkin membangun tanpa memotret potensi,” katanya (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *