by

Oknum Desa Cipinang Tertangkap Korupsi Dana Bansos Corona, Begini Sikap Kadinsos Pemkab Bogor Mustakim

BOGORONLINE.com-BOGOR CIBINONG

Terkait adanya dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) tunai yang dilakukukan oleh Kepala Seksi (Kasi)
Pelayanan Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, inisal LH (32).

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pemkab Bogor Mustakim mengatakan, memang pihaknya sudah mengetahui adanya dugaan tersebut dan saat ini sedang diproses oleh Polres Bogor. Dengan begitu pihaknya menyerahakan sepenuhnya kapada aparatur penegak hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Guna melakukan penyelidikan terhadap kasus diatas,” singkatnya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya Selasa (16/1/21).

Diberitakan sebelumnya, Polres Bogor menangkap Kepala Seksi Pelayanan Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, LH (32), terkait kasus korupsi duit bantuan sosial (bansos) tunai untuk warga terdampak Covid-19.

Polisi juga tengah melakukan pengejaran kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Cipinang yang kabur setelah diduga menerima setoran duit korupsi bansos dari LH.

“Kami sedang melakukan pengejaran kepada Sekretaris Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin ini. Karena berdasarkan keterangan pelaku, uang Rp54 juta dari 30 data bansos fiktif ini diberikan kepadanya,” kata Kapolres Bogor, AKBP Harun, Senin (15/2).

bantuan tersebut sedianya diberikan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 3 tiga bulan dengan besaran tiap bulannya Rp600 ribu

Namun, pelaku malah menduplikat nama warga penerima bantuan untuk meraup keuntungan.

“Penerima bansos di Desa Cipinang itu ada 855 warga. Pelaku ini melakukan penambahan data sebanyak 30 orang. Jadi 855 warga tetap menerima, tapi pelaku menduplikat 30 orang baru untuk mendapatkan bansos tambahan,” kata Harun, Senin (15/2).

Dengan menambah 30 data fiktif, pelaku berhasil meraup keuntungan Rp54 juta rupiah. Yang kemudian uang tersebut disetorkan kepada Sekretaris Desa Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, yang sampai saat ini statusnya masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku mempekerjakan 15 orang joki. Mereka bertugas melakukan pencairan bansos di Kantor Pos Cicangkal, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin dengan upah Rp250 ribu per orang.

“Karena ada 30 data fiktif, pelaku menyewa 15 joki untuk pencairan bansos. Jadi satu orang tugasnya melakukan 2 kali pencairan dengan upah sekali pencairan Rp250 ribu,” ujarnya.(rul/metropolitan.Id).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *